| dc.description.abstract | Diazinon merupakan pestisida organofosfat yang sering digunakan sebagai insektisida untuk tanaman padi, buah-buahan, sayur-mayur maupun tanaman holtikultura. Dalam pemakaiannya, sisa-sisa pestisida ini sebagian menempel pada daun tanaman, biji-bijian, tanah, dan sebagian lagi masuk ke dalam perairan, sehingga menimbulkan residu yang berkepanjangan dan dampaknya dapat menghasilkan limbah organik yang berbahaya bagi lingkungan. Fitoremediasi merupakan proses dekontaminasi yang lebih bersahabat dengan lingkungan yang menggunakan tanaman dalam menangani permasalahan limbah. Teknik yang dicoba dikembangkan dalam penelitian ini adalah pengembangan 'bioreaktor' berupa kolom alir statis yang berisi adsorben biofilm kultur akar rambut dan dialiri secara berkesinambungan dengan eluen diazinon 144 ppm.
Penelitian ini memberikan informasi bahwa tanaman transgenik kultur akar rambut Solanum nigrum L mempunyai kemampuan besar dalam mengabsorbsi dan mengakumulasi senyawa diazinon selama waktu alir 23 hari berdasarkan hasil yang diperoleh dari kromatografi cair kinerja tinggi yang menunjukkan secara kualitatif adanya akumulasi diazinon pada menit ke-12. Selain itu, akar rambut juga mampu menurunkan konsentrasi diazinon selama waktu alir 23 hari hingga 50% (hasil spektrofotometer ultraviolet) Proses degradasi diazinon dapat diperoleh dari hasil kromatografi lapis tipis yang menunjukkan secara kualitatif adanya 4 bercak senyawa yang terbentuk, yaitu pada Rf 0,88 (diazinon standar), Rf 0,37 (produk degradasi diazinon kontrol hari ke-23), dan nilai Rf 0,26 dan 0,14 sebagai produk degradasi diazinon hasil pengolahan akar. | id |