| dc.description.abstract | Jambu biji dikenal sebagai sumber vitamin C yang tinggi. Akhir-akhir ini masyarakat awam meng-gunakan buah tersebut untuk terapi penyembuhan demam berdarah. Beberapa informasi dari mulut ke mulut dilaporkan bahwa jambu biji ternyata mempercepat penyembuhan demam berdarah
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan kadar vitamin C, gula pereduksi. gula total, dan aktivitas antibakteri dari tiga varietas jambu biji yang diambil dari kebun yang sama di daerah Cilebut, Bogor
Kadar vitamin C diukur dengan metode titrasi kembali, gula pereduksi dan gula total diukur dengan metode Luff Schoori, sedangkan aktivitas antibakteri diperiksa terhadap bakteri uji E. coli JM 101 sebagai bakteri Gram negatif dan B. subtilis BCC 0025 sebagai bakteri Gram positif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa jambu biji lokal susu memiliki kadar vitamin C tertinggi, di-ikuti jambu bangkok, dan jambu lokal merah memiliki kadar terendah. Pola urutan kadar rata-rata gula pereduksi dan gula total yang diperoleh pada penelitian ini adalah sama yaitu varietas lokal merah memiliki kadar tertinggi, diikuti varietas bangkok, dan varietas lokal susu memiliki kadar terendah. Senyawa antibakteri yang terkandung di dalam jambu biji yang diperiksa memiliki urutan efektivitas tertinggi pada jambu bangkok, diikuti jambu lokal merah, dan efektivitas terendah pada jambu lokal susu. Pola urutan efektivitas ini berlaku baik terhadap bakteri uji E. coli JM 101 maupun B. subtilis BCC 0025
Ketiga varietas jambu biji yang diperiksa memiliki kadar vitamin C yang tinggi karena sudah men-cukupi asupan normal vitamin C yang diperlukan oleh tubuh manusia yaitu sebesar 60 mg/hari. Vita-min C dan gula yang ada di dalam jambu tersebut tidaklah memiliki aktivitas antibakteri. Senyawa antibakteri yang terkandung di dalam jambu biji yang diperiksa memiliki sifat seperti ampisilin yaitu bekerja lebih efektif terhadap E. coli JM 101 dibandingkan B. Subtilis BCC 0025 | id |