Show simple item record

dc.contributor.advisorKurnia, Anang
dc.contributor.advisorSumarno, Hadi
dc.contributor.authorRestu, Rineka Wahida
dc.date.accessioned2025-06-23T04:42:14Z
dc.date.available2025-06-23T04:42:14Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/162698
dc.description.abstractKesalahan dalam usaha pengumpulan data sering kali terjadi. Dalam hal kasus pengumpulan data umur penduduk kesalahan mungkin terjadi karena penduduk tidak mengetahui pentingnya informasi mengenal umur, susunan kuisioner sensus yang tidak tepat, yang diwawancarai tidak tahu secara tepat umur anggota keluarga lainnya dan berlakunya beberapa jenis kalender di Indonesia. Walaupun terdapat kesulitan dalam memperoleh data mengenai umur seseorang, umur harus ditanyakan dalam pengumpulan data kependudukan karena merupakan keterangan dasar yang sangat mempengaruhi perilaku peubah lain. Berdasarkan data Sensus Penduduk 1990 diketahui preferensi digit cenderung terjadi pada umur-umur berakhiran 0 dan 5. Pengujian kesalahan pelaporan umur penduduk berdasarkan Indeks Whipple, Indeks Myers dan Joint Score Index secara nasional berturut-turut diperoleh sebesar 159.08, 19.66 dan 29.84. Ketiga besaran tersebut menunjukkan bahwa pelaporan umur di Indonesia masih belum cermat. Adapun propinsi dengan indeks terbesar untuk laki-laki dan perempuan adalah propinsi Kalimantan Selatan yaitu 213.35 dan 204.38 (Indeks Whipple) dan 34.47 dan 32.37 (Indeks Myers). Sedangkan berdasarkan Joint Score Index propinsi Bengkulu adalah propinsi dengan indeks terbesar yaitu sebesar 54.75. Hasıl analisis regresi ordinal logit dengan mengikut sertakan peubah indikator Indeks Pembangunan Manusia (Angka Harapan Hidup. Angka Melek Huruf, Rata-rata Lama Sekolah dan Purchasing Power Parity) dan peubah persentase penduduk beragama Katolik dan Protestan terungkap balıwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesalahan pelaporan umur penduduk adalah rata-rata lama sekolah dan persentase jumlah penduduk Protestan dan Katolik dengan kecenderungan bahwa semakin tinggi rata-rata lama sekolah dan semakin tinggi persentase penduduk Katolik dan Protestan maka akan memperkecil taraf kesalaltan pelaporan umur penduduk di suatu propinsi.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Tingkat Kesalahan Pelaporan Umur Penduduk Indonesia Menggunakan Model Ordinal Logitid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record