| dc.description.abstract | Angiatan merupakan sarana transportasi yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat, baik di wilayah pedesaan ataupun kota-kota besar seperti Kota Bogor. Angkutan Kota (Angkot) sangat berperan dalam membantu aktivitas, seperti bisnis; perdagangan; pendidikan; dan urusan lainnya.
Pelaku utama transportasi ialah sopir yang bekerja dengan imbalan sejumlah uang. Yang menjadi permasalaban adalah seberapa besar jumlah uang yang didapatkan sopir dari perjualan jasa tersebut dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapatan sopir angkot.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendapatan dan pengeluaran sopir angkot dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu: pengalaman, merk kendaraan, uinur kendaraan, jam kerja, jumlah rit dan pemakaian betisin pererit. Pendapatan yang diterima sopir untuk pekerja setengah hari mencapai Rp21.600,-hari dan Rp32.700 jika bekerja sehari penuh. Jumlah ini jika dirasiokan dengan pendapatan pemilik kendaraan (pengusab adalah 0.82. Artinya jika sopir mendapatkan uang sebesar Rp82.000, maka pengusaha mendapat sebesar Rp100.000,-. Dapat pula disimpulkan bahwa trayek yang memiliki penghasilan terbesar di Kota Bogor adalah trayek 05 dan 08 masing-masing mendapatkan Rp1.350.000,- dan Rp945.990,-setiap bulannya. | id |