Show simple item record

dc.contributor.advisorPuspito, Gondo
dc.contributor.advisorMustaruddin
dc.contributor.authorAfandhita, Rafif Sandhia
dc.date.accessioned2025-01-16T06:34:59Z
dc.date.available2025-01-16T06:34:59Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160764
dc.description.abstractAktivitas perikanan cantrang dilakukan dengan berbagai peningkatan upaya yang menyebabkan tekanan penangkapan ikan meningkat. Akibatnya, Pemerintah melarang pengoperasian cantrang sehingga memicu konflik dengan nelayan seperti yang terjadi di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. Oleh karenanya, Kebijakan pengelolaan yang tepat sangat diperlukan. Tujuan penelitian adalah untuk membuktikan bahwa cantrang tidak merusak jika dikelola dengan bijak. Metode yang digunakan meliputi analisis deskriptif, CPUE, analisis spasial, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perikanan cantrang dapat dikelola dengan bijak, terbukti dengan peningkatan CPUE dan produksi ikan selama lima tahun terakhir. Aktivitas penangkapan ikan dengan cantrang juga dilakukan di perairan yang lebih dalam sehingga kerusakan ekosistem dasar laut dapat diminimalisir. Adapun rekomendasinya meliputi pembatasan aktivitas penangkapan dan pengelolaan berbasis ekosistem.
dc.description.abstractCantrang fishing activities are carried out with various efforts to increase catches, which has led to increased fishing pressure. As a result, the government banned the operation of cantrang, triggering conflicts with fishermen, such as those in Nusantara Fisheries Port Brondong (PPN) Brondong, Lamongan. Therefore, proper management policies are needed. The aim of this study is to demonstrate that cantrang is not destructive when managed wisely. The methods used include descriptive analysis, CPUE, spatial analysis, and SWOT. The results show that cantrang fishing activities can be managed wisely, as evidenced by the improvement in CPUE and fish production over the past five years. Cantrang fishing is also carried out in deeper waters, minimizing damage to the seabed ecosystem. The recommendations include limiting fishing activities and ecosystem-based management.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleProspek Perikanan Cantrang di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondongid
dc.title.alternativeProspects of Cantrang Fisheries at the Nusantara Fisheries Port Brondong
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordPPN Brondongid
dc.subject.keywordstrategi pengelolaanid
dc.subject.keywordcantrangid
dc.subject.keywordkebijakan pelaranganid
dc.subject.keywordkonflik nelayan-pemerintahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record