Analisis hasil tangkapan jaring kejer pada kedalaman yang berbeda di Desa Gebang Mekar Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon
Abstract
Rajungan merupakan salah satu sumberdaya perikanan laut yang cukup potensial di Kabupaten Cirebon. Berdasarkan data dad Dinas Perikanan setempat, produksi rajungan di Kabupaten Cirebon pada tahun 1999 sebesar 1.730 ton atau sekitar 10 % dari total produksi perikanan laut Kabupaten Cirebon. Penangkapan rajungan yang dilakukan di perairan Cirebon umumnya menggunakan jaring kejer atau jaring rajungan (bottom gil/net) dengan cara pengoperasian yang masih tradisionaI. Penentuan daerah penangkapan dan kedalaman perairan lokasi penangkapan masih mengandalkan pengalaman. Sementara rajungan mempunyai kebiasaan hidup pada kedalaman tertentu sesuai dengan Umur dan jenis kelaminnya. Hal ini mengakibatkan hasiI tangkapan rajungan tidak menentu, bab.kan dalam pengoperasianjaring kejer sering tidak mendapatkan hasil sama sekali. Penelitian ini bertujuan untuk ll1engetahui teknologi penangkapan jaring kejer, hasiI tangkapan rajungan pada kedalaman yang berbeda dan distribusi jenis kelall1in r~ungan pada berbagai kedalaman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, yang akan diuji dengan uji Kruskal Wallis. Total hasil tangkapan sebanyak 6.262 ekor dari 253 trip. Persentase jumlah hasil tangkapan rajungan per trip paling banyak berasal dari kisaran kedal,aman 11,0- 11,9 m. Berdasarkan hasil uji Kruskal Wallis terhadap jumlah hasil tangkapan antar kisaran kedalaman diperoleh nilai sebesar 28,613 (P<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat jumlah hasil tangkapan rajungan tiap kisaran kedalaman yang berbeda. Analisis lebih lanjut dengan uji Pangkat Berganda menunjukkan adanya perbedaan rata-rata jumlah hasil tangkapan yang nyata (P<0,05) antar kisaran kedalaman.


