| dc.contributor.advisor | Hidayat, Aceng | |
| dc.contributor.advisor | M.Si, Ahmad Yusuf Afandi, | |
| dc.contributor.author | Wicaksono, Radityo Bambang | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-13T12:55:35Z | |
| dc.date.available | 2024-12-13T12:55:35Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160173 | |
| dc.description.abstract | Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies endemik di
Danau Singkarak Provinsi Sumatera Barat yang mempunyai nilai ekologis dan
ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat sekitar. Namun, spesies ini menghadapi
tekanan berat akibat tantangan lingkungan, termasuk penangkapan ikan berlebihan,
dan degradasi habitat, sehingga menekankan perlunya pendekatan pengelolaan
terpadu untuk menjamin keberlanjutannya. Tingginya minat dan harga dari ikan
bilih mengakibatkan para nelayan menangkap ikan bilih secara berlebihan atau
overfishing. Kegiatan penangkapan berlebihan ini juga menggunakan alat tangkap
tidak ramah lingkungan yang dapat mengancam kelestarian ikan bilih. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis sistem kelembagaan dan prioritasisasi aksi
manajemen perikanan bilih di Danau Singkarak. Metode yang digunakan adalah
Institutional and Analysis Development (IAD) dan PROMETHEE. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa perlu adanya aturan-aturan yang bertujuan untuk melakukan
upaya konservasi ikan bilih dan perlu adanya kepemimpinan yang kuat agar aturan aturan tersebut dapat berjalan baik. Rekomendasi kebijakan yang diprioritaskan
adalah pengelolaan penangkapan ikan berbasis kearifan lokal. Perlu adanya edukasi,
sosialisasi, pengawasan, dan pelaporan yang berkala agar tujuan dari rekomendasi
kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik. | |
| dc.description.abstract | Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) is endemic to Lake Singkarak in West
Sumatra Province and has considerable ecological and economic value to local
communities. However, the species faces severe pressure due to environmental
challenges, including overfishing, and habitat degradation, emphasising the need
for an integrated management approach to ensure its sustainability. The high
demand and price of bilih has resulted in fishermen overfishing. This overfishing
activity also uses environmentally unfriendly fishing gear that can threaten the
sustainability of bilih fish. This study aims to analyse the institutional system and
prioritisation of management actions for bilih fisheries in Lake Singkarak. The
methods used are Institutional and Analysis Development (IAD) and PROMETHEE.
This study concluded that there needs to be rules aimed at making efforts to
conserve bilih fish and there needs to be strong leadership so that these rules can
run well. The prioritised policy recommendation is local wisdom-based fishing
management. There needs to be education, socialisation, supervision, and regular
reporting so that the objectives of the policy recommendations can run well. | |
| dc.description.sponsorship | Badan Riset dan Inovasi Nasional | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis Sistem Kelembagaan dan Prioritasisasi Aksi Manajemen Perikanan Bilih di Danau Singkarak | id |
| dc.title.alternative | Analysis of Institutional Systems and Prioritisation of Management Actions for Bilih Fisheries in Lake Singkarak | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | PROMETHEE | id |
| dc.subject.keyword | rekomendasi kebijakan | id |
| dc.subject.keyword | aturan adat | id |
| dc.subject.keyword | institutional and analysis development | id |
| dc.subject.keyword | kelestarian | id |