Pemodelan Sistem Dinamik Ketercapaian Kontribusi Biodiesel Dalam Bauran Energi Indonesia 2025
View/ Open
Date
2012Author
Handoko, Hamdan
Gumbira-Sa'Id, E.
Purwanto, Widodo W.
Syaukat, Yusman
Metadata
Show full item recordAbstract
Industri Biodiesel di Indonesia baru tumbuh secara komersial sejak tahun
2005 didorong oleh pertimbangan-pertimbangan ketahanan energi yang dipicu oleh
makin mahalnya harga-harga energi, meningkatnya kesadaran lingkungan untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca dan kesempatan untuk mengkapitalisasi
ketersediaan pasokan minyak kelapa sawit. Pemerintah Republik Indonesia
mentargetkan biodiesel untuk berkontribusi sebesar 10,22 juta kilo liter dalam bauran
energi Indonesia 2025 di tengah-tengah lemahnya kinerja utilisasi kapasitas industri
biodiesel sebesar 27% di tahun 2010 dari total kapasitas produksi sebesar 4,2 juta ton
per tahun.
Model Sistem dinamik dengan nama Model Dinamik Industri Biodiesel
Indonesia (MDIBI) dikembangkan sebagai platform untuk mengkaji struktur dan
perilaku industri biodiesel, diperkaya dengan masukan wawancara dan diskusi
dengan panel ahli biodiesel, mensimulasi dampak kebijakan energi, seperti subsidi
biodiesel, pengurangan subsidi solar, pajak lingkungan terhadap solar, dan mandat
campuran biodiesel-solar terhadap kinerja produksi biodiesel, konsumsi biodiesel,
tingkat keuntungan industri biodiesel yang ditunjukkan oleh variabel EBITDA dan
Pengurangan Emisi Karbon (Carbon Emission Reduction-CER) selama periode
simulasi 2005-2030.
Berdasarkan MDIBI Skenario 1, dengan pemberian subsidi biodiesel sebesar
Rp.2.000/liter, mandat campuran sebesar 5%, subsidi solar sebesar Rp.2.500/liter,
dan pajak solar sebesar 15%, ketercapaian kontribusi biodiesel dalam bauran energi
Indonesia 2025 untuk menyumbangkan 10,22 juta kilo liter per tahun tidak dapat
dicapai terutama disebabkan tiga faktor utama, yaitu (i) mandat campuran yang
rendah, (ii) pasokan bahan baku terbatas yang harus dialokasikan untuk industri
minyak goreng, oleokimia dan pangan serta biodiesel, dan (iii) pasar yang masih
sangat terbatas pada sektor transportasi public services obligation (PSO). Meskipun
demikian, dengan meningkatkan mandat campuran dan pajak terhadap solar serta
pengurangan subsidi solar pada Skenario 2, 3, dan 4, maka target kontribusi biodiesel
dalam bauran energi Indonesia 2025 tersebut dapat dicapai.
Analisis sensitivitas dampak perubahan input kebijakan kenaikan mandat
campuran biodiesel solar, pengurangan subsidi solar dan kenaikan pajak solar
terhadap kinerja produksi dan konsumsi biodiesel, EBITDA dan CER menunjukkan
bahwa kebijakan yang berdampak dari kurang sensitif ke paling sensitif adalah
kenaikan pajak solar, pengurangan subsidi solar dan kenaikan mandat campuran.
Simulasi MDIBI dengan skenario input kebijakan dinamik menunjukkan bahwa
terjadi peningkatan kinerja produksi dan konsumsi biodiesel, EBITDA dan CER
dengan meningkatkan persentase kewajiban mandat campuran biodiesel solar,
pengurangan nilai subsidi solar dan naiknya pajak solar.
Pengembangan dan difusi energi terbarukan termasuk biodiesel tidak dapat
sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar, sehingga memerlukan intervensi
Pemerintah dan merupakan domain kebijakan publik jangka panjang. Intervensi
dapat dilakukan pada keseluruhan rantai nilai industri dari sektor riset dan pengembangan, pertanian bahan baku, proses, otomotif dan sektor konsumen
lainnya. Kebijakan tersebut juga bersifat dinamis, sesuai kebutuhan industri, sampai
tidak diperlukannya insentif/subsidi ketika industri tersebut secara fundamental telah
mencapai tingkat efisiensi dan produktivitas yang mampu bersaing bahkan menjadi
industri yang menguntungkan.
Collections
- DT - Business [372]
