Show simple item record

dc.contributor.advisorBatubara, Irmanida
dc.contributor.advisorIlmiawati, Auliya
dc.contributor.authorMutmainnah, Lutfia
dc.date.accessioned2024-09-18T09:20:43Z
dc.date.available2024-09-18T09:20:43Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158716
dc.description.abstractMelanin adalah asam amino penting dalam menentukan pigmentasi kulit dan rambut manusia. Produksi melanin (melanogenesis) yang berlebihan dapat menyebabkan hiperpigmentasi dan penggelapan kulit. Senyawa yang lazim digunakan merupakan senyawa sintetik yang dapat menimbulkan efek samping sehingga perlu dicari alternatif senyawa dari tumbuhan, contohnya Adenostemma platyphyllum. Penelitian ini bertujuan mengisolasi asam kaurenoat dari A. platyphyllum dan menentukan jalur melanogenesis yang dapat dihambat oleh senyawa pada A. platyphyllum. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu metode isolasi dan penambatan molekul. Isolasi asam kaurenoat dilakukan dengan beberapa teknik pemisahan, yaitu maserasi, ekstraksi cair-cair, kromatografi lapis tipis preparatif, dan kromatografi kolom gravitasi. Asam kaurenoat yang diperoleh dibandingkan dengan standar menggunakan KLT. Hasil yang diperoleh dari isolasi ini, yaitu perkiraan jenis asam kaurenoat yang terkandung dalam A. platyphyllum dan rendemen asam kaurenoat di dalam A. platyphyllum. Selanjutnya, senyawa asam kaureoat dan senyawa lain yang telah dilaporkan ditentukan penghambatannya secara penambatan molekuler. Penambatan molekuler dilakukan dengan menambatkan protein yang terlibat dalam melanogenesis dengan senyawa di dalam A. platyphyllum untuk mengetahui jalur paling efisien dalam menghambat melanogenesis. Luaran dari penambatan molekuler ini adalah nilai energi ikat (?G) dan senyawa-senyawa berpotensi yang kemudian diprediksi aktivitasnya. Asam kaurenoat (9,11a-OH KA dan 11a-OH KA) yang diisolasi sebanyak 3,95 × 10-2% dan 2,05 × 10-2% dari 250 g simplisia. Asam kaurenoat tersebut diidentifikasi Rf-nya dengan standar menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan diuji kemurniannya dengan sistem 3 eluen. Analisis penambatan molekuler menunjukkan bahwa jalur cGMP merupakan salah satu jalur melanogenesis yang dapat dihambat A. platyphyllum karena memiliki nilai energi ikat terendah dari jalur lainnya, yaitu sebesar ?G = -10,2 kcal/mol dengan ligan eriodiktiol 7-O-soporosida. Selain itu, senyawa yang berpotensi menghambat melanogenesis dari 4 jalur adalah, eriodiktiol 7-O-soporosida, vinkosamida, dan asam dikafeoilkuinat. Penelitian ini menunjukkan bahwa perkiraan jenis asam kaurenoat yang kemungkinan terdapat pada A. platyphyllum adalah asam kaurenoat 9,11a-OH KA dan 11a-OH KA. Jalur cGMP menjadi jalur melanogenesis yang dapat dihambat senyawa dalam A. platyphyllum.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenambatan Molekuler Jalur Antimelanogenik dan Isolasi Asam Kaurenoat pada Adenostemma platyphyllumid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAsteraceaeid
dc.subject.keyworddockingid
dc.subject.keywordmelanogenesisid
dc.subject.keywordpemutih kulitid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record