| dc.description.abstract | Bulu babi (Diadema setosum) tersebar di seluruh perairan laut dunia dan umumnya ditemukan di habitat yang dangkal, seperti ekosistem lamun dan terumbu karang. Spesies ini berperan sebagai pemakan alga dan bioindikator ekosistem terumbu karang di perairan pesisir, serta memiliki potensi ekonomi untuk dikonsumsi gonadnya. Pemantauan populasi bulu babi di ekosistem pesisir dapat dilakukan untuk mencegah dampak negatif (overgrazing) atau mengestimasi sumber daya hayati laut yang bernilai ekonomis untuk pengembangan potensi ekonomi biru. Tubuh Diadema setosum yang bentuknya bulat dan berukuran 4 - 7 cm dapat dideteksi dan dipindai kelimpahannya di habitat alaminya menggunakan teknik foto udara drone.
Pengamatan bulu babi dilakukan di rataan terumbu Pulau Lancang Besar, Kepulauan Seribu. Pengamatan dilaksanakan pada Februari 2023 dan Oktober 2023 dengan ketinggian terbang 120 meter. Pengamatan harian juga dilaksanakan pada April 2024 dengan ketinggian terbang 75 meter. Hasil foto udara digunakan untuk memetakan habitat bentik dan mengidentifikasi keberadaan bulu babi di rataan terumbu. Analisis citra foto udara menggunakan algoritma local minima-maxima dilakukan untuk mendeteksi sebaran serta menduga kelimpahan bulu babi. Perhitungan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE), standard error, dan plotting kelimpahan bulu babi dengan kedalaman dasar rataan terumbu dilakukan untuk menelaah efektivitas drone pemetaan habitat bentik dan pendugaan kepadatan bulu babi.
Ortofoto kondisi rataan terumbu Pulau Lancang dihasilkan dari 1.590 foto drone ketinggian 120 meter dan 868 foto drone ketinggian 75 meter. Hasil klasifikasi habitat bentik menunjukkan bahwa rataan terumbu Pulau Lancang Besar didominasi oleh rubble. Sebaran bulu babi umumnya berada di barat daya pulau. Hasil evaluasi lebih lanjut dari 30 transek virtual mendapati adanya perbedaan sebaran bulu babi akibat beda ketinggian terbang dan resolusi spasial foto drone. Analisis foto drone menunjukkan nilai MAPE sebesar 30,00%; 27,96%; 22,18%; dan 18,30% untuk citra foto udara Februari 2023, Oktober 2023, sore dan pagi hari (April 2024). Plotting kedalaman dasar rataan terumbu dengan deteksi kelimpahan bulu babi memiliki trend menurun, atau berkurangnya pendeteksian bulu babi oleh drone pada kedalaman = 1,2 meter. Hasil overlay bulu babi pada kelas habitat bentik menunjukkan bahwa kepadatan bulu babi di rataan terumbu Pulau Lancang Besar berada di habitat rubble. | |