View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Produksi dan Pengelolaan Limbah Pemeliharaan Udang yang Ramah Lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (2.254Mb)
      Fulltext (3.319Mb)
      Lampiran (2.551Mb)
      Date
      2024
      Author
      Kamilatunnisa, Anna
      Pratiwi, Niken Tunjung Murti
      Hariyadi, Sigid
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pemanfaatan lahan pesisir untuk dijadikan tambak, khususnya tambak udang secara intensif, di Kabupaten Tasikmalaya tergolong rendah. Luas wilayah pesisir di Kabupaten Tasikmalaya yang dimanfaatkan menjadi tambak ialah sebesar 20 ha. Upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan tambak udang ramah lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya ialah dengan penambahan produk operasional tambak yang mampu menambah nafsu makan udang (Aquapro-IPB Boost), meningkatkan laju pertumbuhan udang, menstabilkan kualitas air (Aquapro-IPB Stabilizer), dan membantu proses pengolahan limbah tambak (Aquapro-IPB Microbac+). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan kapur formulasi Ca(OH)2 dan zat aditif pakan terhadap produksi tambak, pengaruh bakteri remediasi pada limbah tambak terhadap beban limbah, tingkat efektivitas IPAL dalam mengolah limbah, dan luas tambak yang dapat dibangun di pesisir Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian dilakukan selama satu siklus hidup udang vaname, yaitu 102 DOC (day of culture), sejak bulan Oktober 2022 hingga Januari 2023. Pengambilan contoh air tambak dan pengamatan udang dilakukan pada kolam Kontrol tanpa perlakuan khusus, Perlakuan 1 (P1) dengan proporsi pakan konvensional sebanyak 100% ditambah dengan pakan aditif sebanyak 5%, dan Perlakuan 2 (P2) berupa pengurangan pakan konvensional sebanyak 20% ditambah dengan pakan aditif sebanyak 5%. Kedua kolam perlakuan ditambah kapur formulasi dengan proporsi yang sama. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran kualitas air secara langsung di lapangan dan analisis laboratorium. Data sekunder yang dikumpulkan ialah data curah hujan dari Stasiun Geofisika Bandung, hidrooseanograsi pesisir dari DKP3 Kabupaten Tasikmalaya, serta data produksi dari pengelola tambak. Pengambilan contoh air tambak dan pengamatan udang dilakukan seminggu sekali pada empat titik di setiap sudut kolam tambak, namun terdapat beberapa parameter yang diukur sebanyak enam kali dalam sehari. Pengambilan contoh plankton dilakukan menggunakan plankton net sebanyak 12,5 L pada tiap sudut kolam. Pengambilan contoh air limbah dilakukan pada inlet dan outlet kolam IPAL dengan dan tanpa bakteri remediasi. Pengambilan contoh air pesisir dilakukan pada titik yang menerima beban limbah tambak. Sampel air yang telah diambil dianalisis di Laboratorium Terpadu IPB Baranangsiang. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis deskriptif, daya dukung tambak, efektivitas IPAL tambak, beban limbah tambak yang dibuang ke lingkungan, kapasitas pesisir menampung tambak, dan uji statistik. Uji statistik yang dilakukan meliputi uji pengaruh curah hujan menggunakan Regresi Linier Sederhana (RLS), uji komparasi daya dukung antarkolam, dan uji two way ANOVA untuk membandingkan tingkat efektivitas IPAL berdasarkan perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tambak dan ukuran udang pada kolam P1 dan P2 lebih besar daripada kolam kontrol. Produksi tambak yang paling tinggi saat panen, terjadi pada kolam P1, yaitu 1,16 kg/m2. Sementara produksi tambak paling rendah saat panen terjadi pada kolam kontrol, yaitu 0,99 kg/m2. Ukuran udang paling besar setelah panen dilakukan, ditemukan pada kolam P1, yaitu size 32 (32 ind per 1 kg) atau sekitar 0,31 ons/ind. Produksi tambak dan ukuran udang yang dihasilkan pada kolam P1 dan P2 relatif lebih banyak dan lebih besar yang disebabkan oleh kondisi kualitas air yang relatif stabil, sehingga mampu mendukung produksi udang yang lebih banyak. IPAL dengan bakteri remediasi cukup efektif dalam menurunkan kandungan BOD dan efektif dalam menurunkan kandungan TSS dan amonia pada limbah tambak. Waktu retensi 5 hari cukup efektif bagi bakteri dalam mengurai bahan organik pada limbah, terutama dalam menurunkan kandungan BOD dan TSS, serta efektif dalam menurunkan kandungan amonia. IPAL tambak tanpa bakteri remediasi tidak efektif dalam menurunkan kandungan TSS. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa efektivitas IPAL dengan bakteri remediasi relatif sama dengan efektivitas IPAL dengan waktu retensi 5 hari. Beban limbah tambak yang dihasilkan dari IPAL dengan perlakuan bakteri remediasi kurang dari beban limbah tambak dari IPAL tanpa bakteri remediasi. Kandungan TSS pada limbah tambak yang dihasilkan dari IPAL dengan bakteri remediasi sebanyak 756,4 kg/hari. Sementara kandungan TSS pada limbah tambak yang dihasilkan dari IPAL tanpa bakteri remediasi sebanyak 1.880,7 kg/hari. Kemampuan pesisir dalam menampung tambak dengan perlakuan bakteri remediasi lebih besar dari pada tambak tanpa adanya perlakuan bakteri remediasi. Kemampuan pesisir dalam menampung tambak dengan perlakuan bakteri remediasi memiliki kapasitas hingga 54 Ha dengan pendekatan beban limbah TSS yang dihasilkan. Kegiatan operasional tambak yang telah dilakukan sebelumnya oleh praktisi tambak, perlu mengalami pembaruan melalui penambahan zat aditif pakan, kapur formulasi, dan bakteri remediasi. Penambahan zat aditif pakan dari produk Aquapro-IPB Boost efektif untuk meningkatkan nafsu makan, imunitas, dan laju pertumbuhan udang. Penambahan kapur formulasi berupa Aquapro-IPB Stabilizer terbukti efektif untuk menstabilkan kualitas air tambak sehingga udang dapat beraktivitas dengan baik dan tumbuh dengan maksimal. Penambahan bakteri remediasi dari produk Aquapro-IPB Microbac+ efektif untuk mengolah limbah tambak agar sesuai dengan baku mutu lingkungan. Meskipun demikian, upaya pengelolaan limbah tambak melalui penambahan produk tersebut perlu dikaji kembali, terutama yang berkaitan dengan dosis, waktu retensi, dan proporsi bakteri yang digunakan, agar lebih efisien dan efektif dalam mengolah limbah.
       
      The intensive use of coastal land for ponds, especially shrimp ponds, in Tasikmalaya Regency is relatively low. The Tasikmalaya Regency's coastal area used as ponds is 20 ha. Efforts that can be made to develop environmentally friendly shrimp ponds in Tasikmalaya Regency are by adding operational pond products that can increase shrimp appetite (Aquapro-IPB Boost), increase shrimp growth rates, stabilize water quality (Aquapro-IPB Stabilizer), and help the process. Pond waste processing (Aquapro-IPB Microbac+). This research aims to analyze the effect of Ca(OH)2 formulation lime treatment and feed additives on pond production results, the influence of remediation bacteria in pond waste on waste loads, the level of effectiveness of IPAL in processing waste, and the area of ponds that can be built on the coast of Tasikmalaya Regency. The research was conducted during one white shrimp life cycle, 102 DOC (day of culture), from October 2022 to January 2023. Pond water sampling and shrimp observations were carried out in control ponds without special treatment, Treatment 1 (P1) with conventional feed proportions as much as 100% plus 5% additive feed, and Treatment 2 (P2) consists of reducing conventional feed by 20% plus 5% additive feed. Both treatment pools were supplemented with formulated lime in the same proportion. Primary data is collected through direct water quality measurements in the field and laboratory analysis. Secondary data collected are rainfall data from the Bandung Geophysical Station, coastal hydro oceanography from DKP3 Tasikmalaya Regency, and production data from pond managers. Pond water sampling and shrimp observations are carried out once a week at four points in each pond corner. However, there are several parameters that are measured six times a day. Plankton samples were taken using a 12.5 L plankton net in each pond corner. Wastewater samples were taken at the inlet and outlet of the WWTP pool with and without remediation bacteria. Coastal water samples are taken at points that receive pond waste loads. The water samples were analyzed at the IPB Baranangsiang Integrated Laboratory. Data analysis included descriptive analysis, pond carrying capacity, the effectiveness of pond IPAL, the burden of pond waste discharged into the environment, coastal capacity to accommodate ponds, and statistical tests. Statistical tests include testing the influence of rainfall using Simple Linear Regression (RLS), comparative tests of carrying capacity between ponds, and two-way ANOVA tests to compare the level of effectiveness of IPALs based on the treatment given. The results showed that the pond production yield and shrimp size in P1 and P2 were more significant than in the control pond. The highest pond production during harvest occurred in pond P2, 0.81 kg/m2. Meanwhile, the lowest pond production during harvest occurred in the control pond, 0.77 kg/m2. After harvest, the largest size of shrimp was found in pond P1, namely size 32 (32 per 1 kg) or around 0.31 ounces/fish. The results of pond production and the size of shrimp produced in ponds P1 and P2 are more numerous and significant, caused by relatively stable water quality conditions so that they can support more shrimp production. WWTP with remediation bacteria effectively reduces BOD content, TSS, and ammonia content in pond waste. A retention time of 5 days is quite effective for bacteria in breaking down organic matter in waste, especially in reducing BOD and TSS content. It is also effective in reducing ammonia content. Pond wastewater treatment plants without remediation bacteria are ineffective in reducing TSS content. The results of the ANOVA test show that the effectiveness of the WWTP with remediation bacteria is relatively the same as the WWTP's with a retention time of 5 days. The pond waste load produced from WWTPs with remediation bacteria treatment is less than from WWTPs without remediation bacteria. The TSS content in pond waste produced from WWTP with remediation bacteria was 756.4 kg/day. Meanwhile, the TSS content in pond waste produced from WWTP without remediation bacteria was 1,880.7 kg/day. The ability of the coast to accommodate ponds with remediation bacterial treatment is more significant than ponds without remediation bacterial treatment. The coastal capacity to accommodate ponds treated with remediation bacteria has a capacity of up to 54 Ha using the resulting TSS waste load approach. Pond operational activities that pond practitioners have previously carried out need to be updated by adding feed additives, formulated lime, and remediation bacteria. Adding feed additives from the Aquapro-IPB Boost product effectively increases shrimp appetite, immunity, and growth rate. Adding formulated lime in Aquapro-IPB Stabilizer has proven effective in stabilizing pond water quality so that shrimp can carry out their activities well and grow optimally. Adding remediation bacteria from the Aquapro-IPB Microbac+ product is practical for processing pond waste to comply with environmental quality standards. However, efforts to manage pond waste by adding these products need to be reviewed, especially those related to dosage, retention time, and the proportion of bacteria used, to make them more efficient and effective in processing waste.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158325
      Collections
      • MT - Fisheries [3210]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository