| dc.description.abstract | Limbah perikanan di Indonesia merupakan salah satu masalah yang terjadi di masyarakat, salah satunya adalah limbah ikan tuna. Limbah ikan tuna memiliki potensi sebagai sumber pakan protein, dapat dimanfaatkan sebagai suplemen makanan melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil asam amino hasil fermentasi limbah ikan tuna menggunakan bakteri asam laktat. Isolat bakteri Pediococcus pentosaceus IL13 digunakan sebagai bakteri starter. Kurva pertumbuhan dibuat dengan menumbuhkan isolat pada media MRS cair dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37 °C dengan pengamatan setiap 3 jam. Parameter yang diamati adalah OD dengan panjang gelombang 600 nm dan jumlah sel bakteri. Sampel limbah ikan tuna difermentasi selama 30 hari dan diamati setiap 10 hari. Sampel hasil fermentasi diuji kadar protein total dengan metode Bradford dan Kjeldahl kemudian dianalisis asam aminonya dengan metode HPLC. Nilai kadar protein terlarut didapatkan sebesar 0,48 mg/ml pada hari ke-10, 0,39 mg/ml pada hari ke-20, dan 0,28 mg/ml pada hari ke-30 sedangkan untuk nilai kadar protein total yang didapatkan yaitu 5,97 %. Sampel fermentasi limbah ikan tuna mengandung 9 asam amino esensial dan 8 asam amino non-esensial | |