Show simple item record

dc.contributor.advisorMeryandini, Anja
dc.contributor.advisorFahrurrozi
dc.contributor.authorHaq, Radhwa Hayyu Aufa
dc.date.accessioned2024-08-12T09:08:01Z
dc.date.available2024-08-12T09:08:01Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157207
dc.description.abstractVitamin B12 (kobalamin) merupakan nutrisi penting bagi manusia dan hewan. Hal tersebut dikarenakan vitamin B12 memiliki fungsi untuk sintesis dan regulasi DNA, degradasi asam lemak, metabolisme asam amino, dan menghambat perkembangan anemia pernisiosa pada hewan. Vitamin B12 hanya disintesis oleh beberapa bakteri dan arkea. Defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan megaloblastik anemia, penyakit arteri perifer, dan berbagai gangguan neurologis. Sumber vitamin B12 lebih tinggi pada bahan pangan hewani daripada bahan pangan nabati. Hal tersebut menyebabkan vegetarian mengalami defisiensi vitamin B12. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian tentang bakteri penghasil vitamin B12. Bakteri yang digunakan pada penelitian ini merupakan bakteri asam laktat (BAL) yang diisolasi dari tempe dan beberapa dari koleksi laboratorium Bioprospeksi Mikrob Pusat Penelitian Bioteknologi IPB. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri yang mampu mensintesis vitamin B12 melalui analisis HPLC. Penelitian ini diawali dengan isolasi BAL dari tempe dan peremajaan BAL koleksi laboratorium Bioprospeksi Mikrob. Isolat BAL yang diperoleh kemudian diskrining menggunakan media uji vitamin B12 untuk mendapatkan kandidat BAL yang mampu mensintesis vitamin B12. Isolat yang terpilih, dilihat pertumbuhannya pada media uji vitamin B12 dengan melakukan kurva tumbuh. Langkah selanjutnya adalah sekuensing gen 16S rRNA untuk identifikasi BAL yang berhasil diisolasi dari tempe. Kandungan vitamin B12 pada BAL dianalisis menggunakan HPLC. Bakteri asam laktat yang diisolasi dari tempe sebanyak empat isolat dan BAL dari koleksi laboratorium Bioprospeksi Mikrob sebanyak enam isolat. Hasil skrining BAL pensintesis vitamin B12 sebanyak delapan isolat, kemudian dilakukan kurva tumbuh. Setiap isolat memiliki fase puncak eksponensial (log) yang berbeda. Hasil sekuensing BAL yang diisolasi dari tempe berkerabat dekat dengan Limosilactobacillus fermentum. Berdasarkan hasil analisis HPLC vitamin B12 panjang gelombang yang terdeteksi bervariasi, puncak standar vitamin B12 muncul pada waktu retensi menit ke-10. Pada sampel 5.1.1, 5.1.2, 5.2,1, H2.34, dan NHC9 puncak muncul pada waktu retensi menit ke-10, tetapi puncak sangat rendah. Pada sampel 6.1.1, E1222, dan NHC8 puncak muncul pada waktu retensi menit ke- 9,7. Puncak yang sangat rendah menunjukkan bahwa kandungan vitamin B12 pada sampel sangat rendah. Panjang gelombang untuk vitamin B12 berkisar antara 361- 550 nm, sehingga vitamin B12 pada kontrol negatif dan isolat NHC8 tidak terdeteksi karena panjang gelombang yang dihasilkan diluar range.
dc.description.sponsorshipBRIN dan Biotech Center
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSeleksi Bakteri Asam Laktat (BAL) sebagai Pensintesis Vitamin B12 (Kobalamin)id
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordHPLCid
dc.subject.keywordtempeid
dc.subject.keywordLimosilactobacillus fermentumid
dc.subject.keywordmedia uji vitamin B12id


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record