Seleksi Bakteri Asam Laktat (BAL) sebagai Pensintesis Vitamin B12 (Kobalamin)
Abstract
Vitamin B12 (kobalamin) merupakan nutrisi penting bagi manusia dan hewan.
Hal tersebut dikarenakan vitamin B12 memiliki fungsi untuk sintesis dan regulasi
DNA, degradasi asam lemak, metabolisme asam amino, dan menghambat
perkembangan anemia pernisiosa pada hewan. Vitamin B12 hanya disintesis oleh
beberapa bakteri dan arkea. Defisiensi vitamin B12 dapat menyebabkan
megaloblastik anemia, penyakit arteri perifer, dan berbagai gangguan neurologis.
Sumber vitamin B12 lebih tinggi pada bahan pangan hewani daripada bahan pangan
nabati. Hal tersebut menyebabkan vegetarian mengalami defisiensi vitamin B12.
Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian tentang bakteri penghasil
vitamin B12. Bakteri yang digunakan pada penelitian ini merupakan bakteri asam
laktat (BAL) yang diisolasi dari tempe dan beberapa dari koleksi laboratorium
Bioprospeksi Mikrob Pusat Penelitian Bioteknologi IPB. Penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan bakteri yang mampu mensintesis vitamin B12 melalui analisis
HPLC.
Penelitian ini diawali dengan isolasi BAL dari tempe dan peremajaan BAL
koleksi laboratorium Bioprospeksi Mikrob. Isolat BAL yang diperoleh kemudian
diskrining menggunakan media uji vitamin B12 untuk mendapatkan kandidat BAL
yang mampu mensintesis vitamin B12. Isolat yang terpilih, dilihat pertumbuhannya
pada media uji vitamin B12 dengan melakukan kurva tumbuh. Langkah selanjutnya
adalah sekuensing gen 16S rRNA untuk identifikasi BAL yang berhasil diisolasi
dari tempe. Kandungan vitamin B12 pada BAL dianalisis menggunakan HPLC.
Bakteri asam laktat yang diisolasi dari tempe sebanyak empat isolat dan BAL
dari koleksi laboratorium Bioprospeksi Mikrob sebanyak enam isolat. Hasil
skrining BAL pensintesis vitamin B12 sebanyak delapan isolat, kemudian
dilakukan kurva tumbuh. Setiap isolat memiliki fase puncak eksponensial (log)
yang berbeda. Hasil sekuensing BAL yang diisolasi dari tempe berkerabat dekat
dengan Limosilactobacillus fermentum. Berdasarkan hasil analisis HPLC vitamin
B12 panjang gelombang yang terdeteksi bervariasi, puncak standar vitamin B12
muncul pada waktu retensi menit ke-10. Pada sampel 5.1.1, 5.1.2, 5.2,1, H2.34, dan
NHC9 puncak muncul pada waktu retensi menit ke-10, tetapi puncak sangat rendah.
Pada sampel 6.1.1, E1222, dan NHC8 puncak muncul pada waktu retensi menit ke-
9,7. Puncak yang sangat rendah menunjukkan bahwa kandungan vitamin B12 pada
sampel sangat rendah. Panjang gelombang untuk vitamin B12 berkisar antara 361-
550 nm, sehingga vitamin B12 pada kontrol negatif dan isolat NHC8 tidak
terdeteksi karena panjang gelombang yang dihasilkan diluar range.
