| dc.description.abstract | Salah satu penyebab penurunan produktivitas tanaman jagung yaitu tanah
yang kurang subur akibat penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dan
cenderung berlebihan, sehingga fertilitas lahan menurun. Penggunaan pupuk hayati
mengandung mikrob penghasil Indole Acetic Acid (IAA) atau auksin berpotensi
mereduksi penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan produktivitas tanaman
jagung. IAA merupakan zat pengatur tumbuh yang aktif secara fisiologis dalam
proses pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan menguji formulasi
konsorsium bakteri penghasil Indole Acetic Acid (IAA) sebagai pupuk hayati cair
dan menganalisis beberapa aplikasi formulasi terhadap pertumbuhan tanaman
jagung varietas Bisma. Isolat yang digunakan yaitu BT1.1.1, BP2.1.3, dan BP4.2.1
yang diisolasi dari lahan bekas tambang dan Bukit Peramun Belitung. Ketiga isolat
diuji antagonisme dan kemampuannya dalam menghasilkan IAA. Ketiga isolat
dikonsorsiumkan dalam beberapa formulasi yaitu dengan air kelapa dan molase,
tanpa air kelapa tetapi dengan molase, serta tanpa air kelapa dan molase. Ketiga
formulasi diuji viabilitasnya setiap satu bulan sekali. Aplikasi formulasi yaitu 10
mL/polibag. Ketiga isolat bersifat tidak antagonis dan mampu menghasilkan IAA.
Uji viabilitas menunjukkan penurunan jumlah sel bakteri selama 3 bulan.
Pemberian formulasi konsorsium pupuk hayati tanpa air kelapa tetapi dengan
molase mampu memberikan hasil pertumbuhan tanaman jagung yang baik dan
mereduksi penggunaan N, P, K hingga 50% dari anjuran. | |