Show simple item record

dc.contributor.advisorBasuni, Sambas
dc.contributor.advisorRachmawati, Eva
dc.contributor.authorCita, Finitya Arlini
dc.date.accessioned2024-08-02T15:03:43Z
dc.date.available2024-08-02T15:03:43Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155483
dc.description.abstractSawendui adalah lokasi potensial bagi pelestarian cenderawasih yang merupakan satwa endemik dan khas Papua. Populasi cenderawasih terus menurun dari tahun ketahun tetapi tidak disertai dengan perubahan status dalam Redlist IUCN dan Appendix CITES. Perlu adanya kesadaran untuk menekan laju penurunan populasi cenderawasih dengan tetap memberikan manfaat terutama pada masyarakat. Ekowisata dapat menjadi salah satu pendekatan konservasi cenderawasih karena keberhasilannya untuk pelestarian berbagai jenis satwaliar termasuk burung telah ditunjukkan di beberapa tempat. Namun demikian, perlu adanya penelitian untuk menilai potensi ekowisata dan peluang pengembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengukur potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA), mengukur dukungan stakeholder, memetakan dan mengkategorikan stakeholder, serta mengukur potensi pengembangan ekowisata berbasis pelestarian cenderawasih di Sawendui kabupaten Kepulauan Yapen. Potensi ODTWA didapatkan dari analisis persepsi 35 responden melalui analisis kuantitatif dengan bantuan kuesioner. Dukungan stakeholder serta pemetaan stakeholder diperoleh dari 16 responden yang terbagi menjadi 5 kategori pentahelix (masyarakat, pengusaha, pemerintah, akademisi, dan media) melalui analisis triangulasi data kuesioner dan wawancara mendalam. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk membantu mendapatkan potensi pengembangan melalui 7 pakar. Potensi ODTWA, dukungan stakeholder dan potensi pengembangan ekowisata dikategorikan menjadi 3 yaitu potensi rendah, potensi sedang, dan potensi tinggi. Pemetaan stakeholder digunakan dengan melihat kepentingan dan pengaruh stakeholder dan dikategorikan sebagai subject, key player, context setter, dan crowd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 17 indikator potensi (ODTWA) sebanyak 14 indikator memiliki potensi tinggi, sedangkan 3 indikator lainnya berpotensi sedang yaitu prasarana transportasi, sarana listrik, dan sarana kuliner. Dukungan stakeholder menunjukkan bahwa tingkat kepentingan dan pengaruh untuk banyak stakeholder terhadap pengembangan ekowisata tergolong masih rendah sampai sedang. Hanya kepentingan masyarakat yang tergolong tinggi dalam pengembangan ekowisata. Hasil analisis klasifikasi peran stakeholder menunjukkan bahwa masyarakat berperan sebagai subject, pemerintah sebagai key player, media sebagai context setter, dan akademisi serta pengusaha berperan sebagai crowds. Secara keseluruhan nilai pengembangan ekowisata berbasis konservasi burung cenderawasih di Sawendui adalah 3,146 yang berarti bahwa potensi pengembangan ekowisata berbasis pelestarian burung cenderawasih di Sawendui berada pada tingkat sedang. Guna meningkatkan peluang pengembangan ekowisata berbasis pelestarian burung cenderawasih di Sawendui maka pemerintah perlu meningkatkan jumlah dan kualitas prasarana transportasi dan sarana listrik. Pemerintah sebagai key player juga perlu melakukan pemberdayaan masyarakat, mendorong media untuk mempromosikan potensi ODTWA Sawendui, mendorong pengusaha mengembangkan sarana kuliner, mendorong akademisi untuk menggali nilai konservasi dan ODTWA lain di Sawendui
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Pengembangan Ekowisata Berbasis Pelestarian Cenderawasih di Sawendui, Kabupaten Kepulauan Yapenid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Processid
dc.subject.keywordBird of Paradiseid
dc.subject.keywordEcotourismid
dc.subject.keywordIndicator Potentialid
dc.subject.keywordStakeholdersid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record