Pengaruh Kebijakan Moneter dan Fiskal terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia: Studi Panel Provinsi Tahun 2011-2023
Abstract
Tenaga kerja menjadi salah satu faktor kunci dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pemerintah telah menerapkan berbagai upaya untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja di Indonesia, termasuk melalui kebijakan moneter dan fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi serta pengaruh kebijakan moneter dan fiskal terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Analisis tersebut dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan regresi data panel pendekatan Fixed Effect Model dengan menggunakan data cross section 33 provinsi serta data time-series selama 13 tahun dari tahun 2011-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja bervariasi antarwilayah, dengan Jawa Barat memiliki penyerapan tenaga kerja tertinggi dan Papua Barat terendah. Berdasarkan hasil analisis regresi data panel, kebijakan moneter ekspansif dengan peningkatan jumlah uang beredar dan penurunan suku bunga kredit serta kebijakan fiskal ekspansif dengan peningkatan pengeluaran pemerintah berpengaruh posittif terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Labor is one of the key factors in a country's economic development. The government has implemented various efforts to increase labour absorption in Indonesia, including through monetary and fiscal policies. This study aims to analyse the condition and influence of monetary and fiscal policies on labour absorption in Indonesia. The analysis is conducted using descriptive qualitative method and panel data regression of Fixed Effect Model approach using cross section data of 33 provinces and time-series data for 13 years from 2011-2023. The results show that labour absorption varies across regions, with West Java having the highest labour absorption and West Papua the lowest. Based on the results of panel data regression analysis, expansionary monetary policy with an increase in money supply and a decrease in lending rate and expansionary fiscal policy with an increase in government spending have a positive effect on labor absorption in Indonesia.
