| dc.description.abstract | Mangrove dapat menjadi perangkap bagi sampah plastik sehingga sampah plastik memiliki waktu tinggal yang lama kemudian akan terfragmentasi menjadi mikroplastik dan mengendap pada sedimen mangrove. Tingkat Kesehatan mangrove akan berdampak pada ekosistem lain seperti lamun dan terumbu karang di lingkungan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi mikroplastik pada sedimen mangrove Pulau Pari, berdasarkan bentuk, warna,
ukuran serta komposisi kimianya, serta membandingkan distribusi mikroplastik pada waktu sampling yang berbeda. Sampel yang didapat adalah sedimen mangrove Pulau Pari, Kepulauan Seribu pada bulan September 2021 yang mewakili musim peralihan dan Januari 2022 mewakili musim barat. Tahapan penelitian ini meliputi pengukuran tutupan dan tingkat kesehatan mangrove, ekstraksi mikroplastik dan
identifikasi mikroplastik. Ekstraksi mikroplastik dilakukan dengan penambahan ZnCl2 dan dilanjutkan dengan H2O2 30% dan FeSO4 7H2O. Kualiti kontrol dilakukan untuk meminimalisir kontaminasi di lapangan dan di laboratorium. Identifikasi visual menggunakan mikroskop menghasilkan total 406 partikel terduga mikroplastik dengan bentuk fragmen, fiber, film dan pelet; dengan warna : hitam, putih, merah, transparan, biru, oranye, hijau, kuning, abu-abu, dan silver serta empat kelas ukuran yaitu <200 µm, 200-500 µm, 500-1000 µm, dan >1000
µm. Ethylene propylene, Polyvinyl chloride (PVC), Polyurethane, Polyethylene merupakan empat polimer terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini. Uji Kruskall-Wallis dengan hasil 0.4386 (> 0.05) menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada musim barat dan musim peralihan tidak signifikan. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan p-value = 0,6036 (<95%) dan rho = 0,2182179, kelimpahan mikroplastik memiliki hubungan yang signifikan dengan Mangrove Health Index (MHI). | |