Show simple item record

dc.contributor.advisorHariyadi, Sigid
dc.contributor.advisorPratiwi, Niken Tunjung Murti
dc.contributor.authorHasibuan, Febya Rizki
dc.date.accessioned2024-07-29T06:47:41Z
dc.date.available2024-07-29T06:47:41Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154998
dc.description.abstractPencemaran sampah telah menjadi masalah besar di seluruh dunia, sampah berpotensi meningkat setiap tahunnya akibat peningkatan jumlah penduduk. Beban pesisir semakin bertambah dengan masukan sisa-sisa aktivitas manusia di daratan. Indikasi pencemaran perairan oleh sampah menjadi dasar penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan seberapa besar pencemaran sampah yang terjadi di Pesisir Belawan. Kesadaran sanitasi yang kurang serta pola pikir masyarakat yang berpandangan mengenai sungai dan pesisir sebagai tempat pembuangan sampah darat yang paling mudah. Pencemaran sampah dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, ekonomi maupun sosial. Kondisi pencemaran sampah juga berdampak terhadap penurunan kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi status pencemaran sampah laut berdasarkan keberadaan sampah di Pesisir belawan; (2) mengidentifikasi persepsi dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan dan keberadaan sampah di Pesisir Belawan; (3) merekomendasikan strategi mitigasi pengurangan sampah di Pesisir. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022 sampai dengan Januari 2023. Pengumpulan data terdiri dari data primer dan sekunder. Pengambilan sampah dilakukan pada pasang perbani dan pasang purnama. Pengambilan jenis, bobot dan kepadatan diambil pada tiga titik pengamatan. Penentuan lokasi pengamanan dilakukanpada tiga titik yaitu Sungai Deli, Pantai Olo Belawan dan pemukiman penduduk. Ukuran sampah yang diamati berukuran lebih dari 2,5 cm atau termasuk sampah makro. Status pencemaran sampah Pesisir Belawan berdasarkan analisis CCI dapat diklasifikasikan dalam kategori sangat kotor (extremely dirty). Kelimpahan sampah plastik tertinggi terdapat di pantai, mencapai 1310 item/m2 pada pasang purnama dan 985 item/m2 pada pasang perbani. Sampah plastik terbanyak kedua terdapat di sungai, mencapai 111 item/m2 pada pasang purnama dan 95 item/m2 pada pasang perbani, sementara itu, jumlah sampah mengapung memiliki sampah plastik paling sedikit, yaitu 74 item/m2 pada pasang purnama dan 64 item/m2 pada pasang perbani. Metode Skala Likert digunakan untuk mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap isu permasalahan sampah. Dalam aspek ekonomi, masyarakat berpandangan bahwa pengelolaan sampah belum memberikan pengaruh yang signifikan, namun pengelolaan sampah dalam aspek sosial, pengelolaan sampah dinilai positif dengan skor tertinggi mencapai 68,80 yang diperoleh pada kegiatan pengelolaan sampah yang meningkatkan ikatan persaudaraan. Strategi dari penggurangan sampah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan melibatkan wawancara para ahli terkait, untuk mendapatkan prioritas strategi. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pengendalian pengurangan sampah di Pesisir Belawan mencakup ekologi (0,334), ekonomi (0,290), kelembagaan (0,193), dan sosial (0,173). Sementara itu, tiga prioritas utama dalam alternatif strategi melibatkan meningkatan sumberdaya manusia (0,504), penyediaan dan perbaikan fasilitas (0,214), membangun bank sampah (0,103), pengurangan penggunaan kantong plastic (0,092), dan penerapan sangsi/ denda (0,087).
dc.description.abstractWaste pollution has become a significant issue worldwide, with waste potentially increasing every year due to population growth. The burden on the Belawan coast is increasing due to the influx of remnants from human activities on land. The indication of water pollution by waste forms the basis of this research to assess the extent of waste pollution on the Belawan coast. Inadequate sanitation awareness and societal perceptions regarding rivers and beaches as the most accessible landfill sites exacerbate the problem. Waste pollution can have environmental, economic, and social impacts. The condition of waste pollution also impacts the decline in tourist visits. This study aims to (1) identify the status of marine debris pollution based on the presence of garbage on the Belawan Coast; (2) identify community perceptions and behaviour towards the management and presence of garbage on the Belawan Coast; (3) recommend mitigation strategies for reducing garbage on the Coast. he study was conducted from September 2022 to January 2023. The data collection consisted of primary and secondary data. The waste collection was conducted spring tides and neap tide. Collecting types, weights, and densities is done at three observation points. The securing locations are determined at three points: The Deli River, Olo Belawan Beach, and residential areas. The observed waste size is >2.5 or classified as macro waste. Based on CCI analysis, the status of coastal waste pollution in Belawan can be classified as extremely dirty. The highest abundance of plastic waste is found on the beach, reaching 1310 items/m2 during spring tides and 985 items/m2 during neap tides. The second highest amount of plastic waste is found in the river, reaching 111 items/m2 during spring tides and 95 items/m2 during neap tides, while the floating waste has the least amount of plastic waste, with only 74 items/m2 during spring tides and 64 items/m2 during neap tides. The Likert Scale method is used to evaluate community perceptions of waste issues. The community believes waste management has not significantly impacted the economy. However, in the social aspect, waste management is viewed positively, with the highest score, 68.80 obtained from waste management activities that enhance social bonds. The strategy for waste reduction using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method involves interviewing relevant experts to obtain priority strategies for analyzing waste reduction strategies on the Belawan coast. Aspects to be considered in controlling waste reduction on the Belawan coast include ecology (0.334), economics (0.290), institutional (0.193), and social (0.173). Meanwhile, alternative strategies involve enhancing human resources (0.448), provision and improvement of facilities (0.245), and build a waste bank (0.103), Reducing the use of plastic bags (0,092), and Impelenting penalties/fines (0,087).
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengelolaan Perairan dari Pencemaran Sampah di Pesisir Belawan Kota Medan, Sumatera Utara.id
dc.title.alternativeManagement Strategy for Coastal Waste Pollution in Belawan, Medan City, North Sumatra.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordEkonomiid
dc.subject.keywordpencemaranid
dc.subject.keywordpengelolaan sampahid
dc.subject.keywordPesisir Belawanid
dc.subject.keywordsosialid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record