Show simple item record

dc.contributor.advisorRiani, Etty
dc.contributor.advisorHariyadi, Sigid
dc.contributor.advisorCordova, Muhammad Reza
dc.contributor.authorSaragih, Azizah Laily
dc.date.accessioned2024-07-29T06:39:34Z
dc.date.available2024-07-29T06:39:34Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154989
dc.description.abstractProduksi plastik global telah meningkat dari sekitar 370,5 juta ton pada tahun 2018 menjadi 400,3 juta ton pada tahun 2022. Akibatnya, 79% plastik dibuang ke tempat pembuangan akhir atau lingkungan, termasuk muara sungai. Hanya 9% plastik yang didaur ulang. Apabila sampah plastik tersebut dibuang ke lingkungan akan mengalami proses fragmentasi dari plastik yang mengakibatkan plastik berukuran menjadi lebih kecil yang disebut mikroplastik. Muara Sungai Ciliwung terletak di Jakarta Utara dan berhadapan langsung dengan Teluk Jakarta, kontaminasi mikroplastik sudah terdeteksi di muara Sungai Ciliwung, dari sembilan muara sungai di Teluk Jakarta konsentrasi mikroplastik tertinggi berasal dari Sungai Ciliwung. Masalah lingkungan yang disebabkan oleh mikroplastik di muara Sungai Ciliwung sangat berisiko bagi organisme perairan dan kesehatan manusia. Peran pemangku kepentingan dalam pengelolaan mikroplastik di muara Sungai Ciliwung menjadi kunci penting dalam upaya mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik dan kelimpahan mikroplastik pada sedimen dan air dan merumuskan strategi pengelolaan mikroplastik di muara Sungai Ciliwung. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022 hingga Januari 2023. Pengambilan sampel terdiri dari tiga stasiun yaitu stasiun pertama muara Sungai Ciliwung, stasiun kedua yang merupakan bagian dari aliran Sungai Ciliwung yang masih memiliki pengaruh dari aliran waduk Sunter Utara dan stasiun tiga yaitu di muara sungai yang dekat dengan laut. Analisis sampel dilakukan di Hidetoshi Sato Laboratory, Kwansei Gakuin University, Sanda, Hyogo Japan. Analisis data untuk rekomendasi strategi pengelolaan mikroplastik menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Proses identifikasi mikroplastik dilakukan secara visual menggunakan mikroskop dan menentukan tipe polimer mikroplastik menggunakan micro raman spectroscopy. Karakteristik bentuk mikroplastik yang dominan pada sampel sedimen dan air adalah fragmen dan ukuran: 500-1000 µm. Tipe polimer yang dominan ditemukan pada sampel sedimen yaitu Polyester (PES), Polymethylpentene (PMP) dan pada sampel air yaitu Polyethylene terephthalate (PET). Kelimpahan rata rata mikroplastik yang ditemukan pada sampel sedimen yaitu yaitu 26,67 ± 17,64 partikel/kg, sedangkan kelimpahan rata rata mikroplastik pada sampel air yaitu 0,06 partikel/m3 . Strategi untuk mengurangi mikroplastik di muara Sungai Ciliwung yaitu pendidikan lingkungan, mempertegas sanksi, peningkatan sarana dan prasarana dan pemanfaatan teknologi
dc.description.abstractThe global production of plastic has risen significantly, from approximately 370.5 million tons in 2018 to 400.3 million tons in 2022. Unfortunately, most of this plastic, around 79%, ends up in landfills or the natural environment, including estuaries, while only 9% is recycled. When plastic is improperly disposed of, it undergoes fragmentation, forming smaller particles known as microplastics. The Ciliwung River estuary, located in North Jakarta and facing Jakarta Bay, is contaminated with these microplastics. Among the nine river estuaries in Jakarta Bay, the Ciliwung River has the highest concentration of microplastics. The environmental issues caused by microplastics in the Ciliwung River estuary pose substantial risks to aquatic organisms and human health. Addressing this problem requires the active involvement of stakeholders in managing microplastics in the Ciliwung River estuary. This study aims to evaluate the characteristics and abundance of microplastics in sediment and water and to formulate a comprehensive management strategy for mitigating microplastics in the Ciliwung River estuary. The study was conducted from September 2022 to January 2023. Sampling was carried out at three locations: the first site was situated within the Ciliwung River estuary, the second site was placed in a section of the Ciliwung River still influenced by the northern Sunter reservoir flow, and the third site was located at the estuary near the sea. Sample analysis was performed at the Hidetoshi Sato Laboratory, Kwansei Gakuin University, in Sanda, Hyogo, Japan. The Analytical Hierarchy Process method was employed to analyze the data and formulate strategies for managing microplastics. Microplastics were visually identified using a microscope, and their polymer types were determined through micro-Raman spectroscopy.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengelolaan Mikroplastik di Pesisir DKI Jakarta (Studi Kasus: Muara Sungai Ciliwung)id
dc.title.alternativeMicroplastic Management Strategy in Coastal DKI Jakarta (Case Study: Ciliwung River Estuary)
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAIRid
dc.subject.keywordmikroplastikid
dc.subject.keywordsedimenid
dc.subject.keywordmuara sungaiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record