| dc.description.abstract | Ranting tanaman genus Araucaria berpotensi sebagai sumber antioksidan. Akan tetapi, penelitian terkait aktivitas antioksidannya masih terbatas dan yang tumbuh di Indonesia belum pernah diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis metabolit sekunder dalam ekstrak ranting Araucaria columnaris dan A. cunninghami, mengukur aktivitas antioksidan, dan menentukan ekstrak dalam aktivitas antioksidan terbaik. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut aseton, etanol, dan etil asetat, sementara aktivitas antioksidan diukur dengan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil. Kadar total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak aseton ranting A. columnaris (33,82 mg QE/g) dan ekstrak etil asetat ranting A. cunninghamii (26,77 mg QE/g). Kadar total fenolik tertinggi terkandung dalam ekstrak aseton untuk kedua jenis ranting, yaitu masing-masing 129,48 mg GAE/g dan 127,10 mg GAE/g. Ekstrak dengan aktivitas antioksidan terbaik adalah ekstrak etanol untuk kedua jenis ranting dengan IC50 masing-masing 54,314 mg L-1 dan 31,557 mg L-1. | id |