| dc.description.abstract | Penelitian ini bermula dari tantangan yang dihadapi oleh sektor UMKM, terutama terkait dengan masalah permodalan, dengan mempertimbangkan pentingnya kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional. Salah satu program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan akses UMKM terhadap pembiayaan melalui lembaga keuangan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, isu-isu seperti perubahan iklim, pertumbuhan inklusif, dan dampak lingkungan yang mengganggu mendapatkan perhatian global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi UMKM hijau dan dampak penyaluran KUR terhadap omzet UMKM pertanian yang menjadi binaan Bank Indonesia, serta mengevaluasi kondisi UMKM terkait pemenuhan indikator UMKM hijau. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa variabel nominal KUR memiliki pengaruh signifikan terhadap omzet UMKM, sementara variabel lain seperti periode KUR, suku bunga, dan indikator UMKM Hijau tidak berpengaruh signifikan. Selanjutnya, 83,3% UMKM pertanian yang menjadi binaan Bank Indonesia masih berada pada tahap pengembangan teknologi pertanian yang ramah lingkungan (eco-adopter) karena mayoritas masih menerapkan praktik pertanian semi-organik. | |