| dc.description.abstract | Varietas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Arjuna dan CPI-1 (produksi PT. BISI). Kadar air benih di- bagi menjadi tiga taraf yaitu tinggi (21%-22%), sedang (17%-18%), dan rendah (13%-14%). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan split-plot dengan petak utama disusun secara acak kelompok. Varietas sebagai petak utama dan kadar air benih sebagai anak petak. Masing-masing kom- binasi perlakuan diulang tiga kali sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Pengolahan benih meliputi tahap pengering- an, pemipilan, dan pembersihan yang semuanya dilakukan di PT. BISI, Kediri. Mutu fisiologis benih diketahui melalui pengujian Daya Berkecambah (DB). Mutu fisik diketahui me- lalui pengujian Kerusakan Fisik dan Bobot/Volume (B/V) be- nih serta rendemen yang diukur melalui Bobot Butiran/Bobot Tongkolan (RI), Bobot Benih/Bobot Butiran (RII), dan Bobot Benih/Bobot Tongkolan (RIII).
Perbedaan varietas dan kadar air benih tidak mempengaru- hi mutu fisik dan fisiologis benih jagung pada tahap penge- ringan. Hal ini menunjukkan bahwa pengeringan yang dila- kukan oleh PT. BISI dengan kisaran suhu 38 °C 40 °C sudah memberikan hasil yang baik. | id |