| dc.description.abstract | Indonesia sebagai negara penghasil karet terbesar kedua di dunia setelah Thailand dihadapkan pada beberapa permasalahan yang berarti. Pertama, areal perkebunan karet Indonesia yang luasnya mencapai tiga juta hektar ternyata memiliki produktivitas yang rendah. Rendahnya produktivitas dan mutu karet yang dihasilkan, merupakan faktor utama penyebab kurang mampunya harga karet alam Indonesia bersaing di pasar internasional. Kedua, semakin meningkatnya penggunaan karet sintetis yang merupakan komoditas substitusi menyebabkan harga karet alam terus merosot. Sehubungan dengan adanya berbagai permasalahan tersebut, muncul kecenderungan beberapa perusahaan perke- bunan melakukan konversi sebagian tanaman karetnya menjadi tanaman lain yang dinilai lebih menguntungkan. | id |