| dc.description.abstract | Viabilitas benih harus selalu terkontrol dengan baik, sehingga perlu adanya pengujian mutu benih, baik secara laboratoris maupun secara lapang. Salah satu cara pengu- jian mutu viabilitas benih, adalah dengan pengujian daya berkecambah. Sampai saat ini untuk kebanyakan tanaman ke- hutanan khususnya damar belum ada standar untuk keperluan tersebut.
Tujuan penelitian ini untuk menentukan (1) saat hi- tungan I dan II kecambah normal berdasarkan rumus Czabator (1962), rumus Djavanshir Pourbeik (1976) dan Sadjad (1980); (2) kriteria kuantitatif minimal kecambah normal yang menghasilkan vigor bibit terbaik dan (3) kriteria kualitatif kecambah normal kuat dan normal lemah.
Percobaan ini terdiri dari 2 bagian, yaitu (1) menen- tukan hitungan I dan II serta kriteria kuantitatif minimal kecambah normal; (2) menentukan kriteria kecambah normal kuat dan lemah secara kualitatif. | id |