| dc.description.abstract | Masalah gulma merupakan salah satu masalah penting yang dapa menurunkan produksi tanaman budi daya dan masalah ini lebih berarti di daerah tropik karena pertumbuhannya lebih subur dan berkembang lebih cepat. Gangguan gulma dapat terjadi melalui dua proses, yaitu persaingan dan allelopati. Persaingan terjadi jika dua tanaman memerlukan faktor lingkungan yang sama dan jumlahnya terbatas. Allelopati terjadi jika suatu tanaman mengeluarkan senyawa kimia ke lingkungannya yang dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan tanaman lain. Senyawa tersebut dikeluarkan melalui proses volatilisasi, pencucian, eksudat akar dan dekomposisi residu tanaman.
Alang-alang merupakan salah satu dari 10 gulma penting di daerak tropik yang mempunyai pengaruh allelopati. Alang-alang mengandung senyawa kimia allelopati, yaitu scopolin, scopoletin, klorogenik dan isoklorogenik. Melalui proses dekomposisi sel-sel pada residu tanaman akan kehilangan permeabilitas membrannya sehingga senyawa kimia di dalamnya dapat dilepaskan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sumber, dosis dan cara penempatan alang-alang di tanah serta saat pemberian alang-alang terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit kedelai yang berbeda vigornya, mempelajari daya tahan vigor benih terhadap allelopati alang-alang.
Hipotesis yang diajukan bahwa sumber, dosis dan cara penempatan alang- alang di tanah serta saat pemberian alang-alang mempengaruhi perkecambahan ... | id |