Show simple item record

dc.contributor.advisorNurisjah, Siti
dc.contributor.authorDjajengwasito, Srikandi Kathryn
dc.date.accessioned2024-05-29T08:00:57Z
dc.date.available2024-05-29T08:00:57Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152250
dc.description.abstractPembangunan di Indonesia berkangsung dengan pesat ditandai perubahan fisik kota dan tata ruangnya, sehingga diperlukan perencanaan pengembangan dengan pertimbangan kondisi fisik, ekonomi, sosial, dan politik yang telah lama membudaya. Permasalahan yang sama dihadapi dalam perencanaan ruang terbuka hijau (RTH) kota, dimana RTH terus mengalami perubahan sesuai perkembangan kota. Kondisi RTH kota Malang berkembang sejalan dengan perkembangan kotanya. Dalam penelitian ini menganut perkembangan kota menurut Handinoto dan Soehargo (1996) yaitu: (1) Sebelum Tahun 1914 yang merupakan periode Indisch-tradisional selanjutnya disebut periode I, (2) Tahun 1914-1945 yang merupakan periode kolonial selanjutnya disebut periode II, dan (3) Sesudah tahun 1945 yang merupakan periode kemerdekaan dan pembangunan selanjutnya disebut periode III. Tujuan studi adalah mendeskripsikan dan membandingkan RTH kota Malang pada ketiga periode ini berdasarkan: (1) Konfigurasi, (2) Klasifikasi, (3) Tanaman dominan, (4) Rasio RTH, dan (5) Faktor yang mempengaruhi pembentukan RTH. Lokasi studi meliputi Kotamadya Malang, dalam hubungan dengan sejarah perkotaan sebagai colonial city dan faktor keasriannya. Metode yang digunakan adalah penelusuran sejarah berdasarkan Widjo (1989) berbentuk dokumentasi dan rekonstruksi. Pengambilan data dilakukan dengan telaah peta dan telaah pustaka, mengamati langsung ke lapang dan wawancara. Pada periode I kota Malang sebagai kota Kabupaten, Malang memiliki pusat kota berupa alun-alun yang berperan suatu orientasi fisik dan secara politik sebagai pusat kekuasaan. Sistem pemerintahan yang berlaku menekankan pembedaan kelas sosial masyarakat yakni masyarakat Eropa, Asia, dan Pribumi. Pola RTH pada periode ini adalah radial, meliputi alun-alun, taman vila, pekarangan, dan green belt. Klasifikasinya berupa RTH umum (alun-alun, makam) dan pribadi (taman vila, sawah, dan perkebunan). Tanaman yang digunakan berfungsi simbolis seperti beringin dan produksi seperti tebu dan padi. Sedangkan luas RTH meliputi 76% dari luas kota ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcOpen spacesid
dc.titleStudi kesejarahan ruang terbuka hijau kotamadya Malangid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record