| dc.description.abstract | Alun-alun tempo dulu merupakan suatu ruang terbuka berupa lapangan rumput yang ditanami dua pohon beringin (Ficus benyamina L.) serta mempunyai fungsi majemuk yang meliputi fungsi administratif dan sipil, ekonomis, sosial, kultural dan pertahanan. Proses perkembangan kota yang ditandai dengan pembangunan dan perluasan areal permukiman, perdagangan dan industri seringkali berdampak terhadap penurunan kuantitas dan kualitas lingkungan hidup khususnya Ruang Terbuka Hijau.
Sejalan dengan proses transformasi kota, Alun-alun sebagai ciri khas (landmark) kota Bandung tak luput dari dampak pembangunan perkotaan. Letak strategis Alun-alun di Wilayah Pusat Kota yang merupakan central business district menyebabkan Alun-alun mengalami perubahan fungsi menjadi tempat berjualan. Nilai sejarah Alun-alun yang dikenal sebagai landmark kota Bandung dan fungsinya sebagai "paru-paru" kota kini terancam oleh proses perkembangan kota Bandung.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi responden terhadap kondisi Alun-alun pada saat ini dalam kaitannya dengan fungsi Alun-alun sebagai Ruang Terbuka Hijau, mengetahui sejarah perkembangan Alun-alun dan faktor- faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut serta mengevaluasi fungsi Alun- alun sebagai Ruang Terbuka Hijau. Penelitian ini menggunakan metode survai melalui penyebaran kuisioner dengan cara simple random sampling kepada pengunjung Alun-alun. Hasil survai tersebut kemudian dianalisis secaга korespondensi untuk mengetahui persepsi pengunjung (responden) terhadap kondisi tapak Alun-alun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi baik terhadap kondisi tata hijau, kenyamanan dan keamanan. Untuk mempertahankannya diperlukan usaha pemeliharaan intensif terutama pada semak dan perdu, penambahan jumlah tanaman terutama yang berfungsi sebagai ... | id |