Show simple item record

dc.contributor.advisorMangkuprawira, Sjafri
dc.contributor.advisorKusumaatmaja, Sutara Hendra
dc.contributor.authorSutarti
dc.date.accessioned2024-05-29T02:02:58Z
dc.date.available2024-05-29T02:02:58Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152103
dc.description.abstractSelama beberapa tahun terakhir luas lahan sawah di Jawa terus menyusut. Tahun 1983 sebelum swasembada beras, luas areal sawah di Jawa masih 5,5 juta hektar. Namun sepuluh tahun kemudian, berkurang menjadi 4,6 juta hektar atau berkurang 90.000 hektar per tahun. Penyusutan yang terjadi umumnya disebabkan oleh pertumbuhan industri, perumahan, dan jalan. Namun demikian Pulau Jawa yang luas sawahnya hanya 4,6 juta hektar mampu memenuhi 62 persen kebutuhan beras nasional. Sisanya, 38 persen dipasok oleh 11,3 juta hektar sawah di luar Jawa. Kecenderungan konversi lahan sawah akan menjadi masalah yang rawan apabila tidak dapat dikendalikan baik kuantitasnya maupun daerah-daerah yang menjadi sasaran konversi. Dampak konversi lahan sawah dapat berpengaruh negatif terhadap produksi padi nasional, menurunkan sumbangan sektor pertanian khususnya sub-sektor tanaman pangan dalam pembentukan PDRB, menurunkan laju penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, dan mubazirnya investasi yang telah ditanamkan untuk pengembangan sawah irigasi serta dapaknya terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran dan laju konversi lahan sawah di Kabupaten Dati II Serang, mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konversi lahan sawah di Kabupaten Dati II Serang, dan mengetahui dampak konversi lahan sawah terhadap sumbangan sektor pertanian khususnya sub-sektor tanaman pangan dalam pembentukan PDRB dan dampak konversi lahan sawah terhadap pendapatan petani. Untuk mengetahui besaran dan laju konversi lahan sawah serta dampak konversi lahan sawah terhadap sumbangan sektor pertanian khususnya sub-sektor tanaman pangan dalam pembentukan PDRB dideskripsikan dalam analisis tabulasi. Sedangkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konversi lahan sawah dan dampak konversi lahan sawah terhadap pendapatan petani dilakukan dengan analisis regresi berganda dengan metode kuadrat terkecil biasa (OLS). Di Kabupaten Dati II Serang selama kurun waktu 1989-1996 telah terjadi konversi lahan sawah seluas 9.950,83 hektar atau 1.421,55 hektar per tahun. Penurunan luas lahan sawah sebesar 15,70 persen ini terjadi pada lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan. Laju konversi lahan sawah adalah sebesar 2,27 persen per tahun. Konversi lahan sawah irigasi seluas 424,42 hektar, sedangkan sawah tadah hujan mengalami konversi seluas 9.526,41 hektar…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcAnalysisid
dc.titleAnalisis Konversi Lahan Sawah ke Penggunaan Non Sawah di Kabupaten Dati II Serang, Jawa Barat (Studi Kasus Desa Serdang, Kec. Kramatawatu, Kab Serang).id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record