Show simple item record

dc.contributor.advisorMurdianto
dc.contributor.authorNainggolan, Frionny A.
dc.date.accessioned2024-05-29T01:33:25Z
dc.date.available2024-05-29T01:33:25Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152086
dc.description.abstractProgram pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan sektor pertanian, telah memperbaiki struktur perekonomian Indonesia, baik di bidang produksi maupun distribusi pendapatan nasional. Perbaikan tersebut ternyata lebih dirasakan oleh orang-orang di sektor industri di kota dibanding penduduk desa di sektor pertanian (As. Subardi, 1980). Distribusi pendapatan (ekonomi) yang terkonsentrasi di kota menjadikan penduduk desa bermigrasi ke kota. Migrasi merupakan jalan untuk perbaikan ekonomi bagi sebagian penduduk desa (Sjahrir, 1995). Penelitian ini mengkaji: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi kaum migran etnis Batak Toba di Kotamadya Bogor dalam melakukan migrasi, 2) Strategi adaptasi apa yang diterapkan oleh kaum migran etnis Batak Toba di Kotamadya Bogor, 3) Peranan Sistem Kekerabatan Dalihan Na Tolu (DNT) dalam strategi adaptasi yang diterapkan oleh kaum migran etnis Batak Toba di Kotamadya Bogor. Metode dalam penelitian ini adalah gabungan dari metoda kualitatif dengan metoda kuantitatif. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, dimana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan responden sementara data sekunder diperoleh melalui literatur yang berhubungan dengan topik penelitian. Responden yang dipilih dengan sengaja melalui teknik bola salju adalah 6 keluarga kasus. Pengelolaan dan analisis data dilakukan dengan cara kuantitatif dan kualitatif, dimana analisis kuantitatif dilakukan dengan cara menyajikan data dalam bentuk tabel frekuensi dan tabulasi silang sementara analisis kualitatif dilakukan dengan cara mendeskripsikan dan menginterpretasikan data. Penelitian ini menemukan dua jenis pola migrasi, yaitu 1) Pola Migrasi Langsung, dimana dari daerah asal kaum migran langsung menuju Bogor sebagai daerah tujuan terakhir dan 2) Pola Migrasi Tidak Langsung, dimana dari daerah asal, kaum migran menuju satu atau lebih daerah sebagai daerah tujuan satu, dua,..., dan kemudian menuju Bogor sebagai daerah tujuan terakhir. Mekanisme perpindahan kaum migran dari daerah asal ke daerah tujuan banyak dipengaruhi oleh ada tidaknya sanak keluarga/kerabat atau teman di daerah tujuan. Adanya persepsi bahwa kesempatan dan keragaman kerja di daerah tujuan lebih luas dibanding di daerah asal juga merupakan faktor penarik bagi responden untuk mencari pekerjaan di daerah tujuan. Umumnya faktor penarik ini bekerjasama dengan faktor pendorong dari daerah asal berupa keterbatasan kesempatan keragaman kerja serta kehidupan ekonomi yang sulit baik - karena pendapatan keluarga yang kecil ataupun karena besarnya jumlah tanggungan keluarga, atau karena kawin lari…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural economicsid
dc.subject.ddcMigrantid
dc.titlePeranan sistem kekerabatan dalihan na tolu dalam strategi adaptasi migran etnis Batak Toba di kotamadya Bogor : Kasus keluarga migran di sektor informalid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record