View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Forest Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis investasi pada pengusahaan Ylang-Ylang (canangium odoratum forma genuina) di KPH Banten Perum Perhutani UNIT III, Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (13.07Mb)
      Date
      1998
      Author
      Nurfatriani, Fitri
      Darusman, Dudung
      Hendaris, Dadang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Di dunia perdagangan dikenal dua macam minyak atsiri yang berasal dari kenanga (Canangium odoratum), yang pertama adalah minyak kenanga dari bunga Canangium odoratum forma macrophylla, dan yang kedua adalah minyak ylang-ylang yang berasal dari bunga Canangium odoratum forma genuina (Mauludi, 1991). Menurut Rowan (1950) dalam Hobir et al., (1990), minyak kenanga merupakan satu komoditas ekspor yang telah lama dikenal di pasaran dunia. Ekspor minyak kenanga dari Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 1900. Rusli et al., (1985) menyatakan bahwa minyak ylang-ylang banyak digunakan untuk bahan baku industri wangi-wangian (kosmetik, parfum, sabun dll). Minyak ylang-ylang mempunyai aroma lebih halus dan lebih wangi dibandingkan dengan minyak kenanga karena memiliki kandungan bilangan ester yang lebih tinggi dari minyak kenanga. Oleh sebab itu minyak ini sangat disukai di pasaran dunia dan harganya jauh lebih tinggi dari minyak kenanga. Dengan memperhatikan kebutuhan dunia akan minyak kenanga saat ini yang berkisar antara 120-130 ton/tahun (Marketing Essential Oils, ITC, 1986-Statistik Perkebunan Indonesia, 1989), sedangkan kemampuan pasok dari Indonesia baru berkisar antara 40-50 ton (sekitar 40%-50%), maka peluang pengusahaan minyak kenanga untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan dunia (>50%) masih terbuka. Dengan mengingat bahwa minyak ylang-ylang adalah jenis minyak atsiri kelas tinggi dari minyak kenanga, keduanya akan memiliki segmen pasar masing-masing sehingga peluang pasar untuk minyak ylang-ylang cukup besar. Hal ini akan lebih memacu berbagai pihak untuk mengembangkan usaha tersebut, baik itu petani, perkebunan besar atau dalam hal ini Perum Perhutani yang memiliki lahan terluas di pulau Jawa, modal yang kuat, manajemen yang mampu dan tenaga ahli yang mencukupi
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/152005
      Collections
      • UT - Forest Management [3204]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository