Pemanfaatan pupuk majemuk sebagai sumber hara budidaya cabai keriting secara hidroponik
Abstract
Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Cikabayan pada bulan Juni 2002 sampai dengan bulan Oktober 2002. Dilakukan dalam rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) berupa percobaan faktor tunggal. Faktor yang diujikan adalah 3 jenis pupuk majemuk (Growmore, Gandapan dan Hyponex) yang dibandingkan dengan pupuk Joro AB mix sebagai kontrol. Data diolah dengan menggunakan uji kontras ortogonal.
Hasil uji kontras pada tinggi tanaman menunjukkan perbedaan yang sangat nyata pada Joro ABmix dibandingkan dengan ketiga perlakuan pada 4-8 MST. Perbedaan yang sangat nyata pada tinggi tanaman juga nampak pada perlakuan Gandapan yang dibandingkan dengan Hyponex pada 5-8 MST, sedangkan Growmore dibandingkan dengan Gandapan dan Hyponex tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Jumlah daun per tanaman dan jumlah cabang per tanaman pada Joro AB mix dibandingkan dengan ketiga perlakuan tidak berbeda nyata. Perbedaan nyata pada jumlah cabang per tanaman terdapat pada perlakuan Growmore dibandingkan dengan Gandapan dan Hyponex pada 7-8 MST.
Jumlah bunga per tanaman menunjukkan perbedaan sangat nyata pada Joro AB mix dibandingkan dengan ketiga perlakuan pada 7-8 MST. Gandapan dibandingkan dengan Hyponex pada jumlah bunga per tanaman menunjukkan hasil sangat beda nyata pada 7-8 MST. Pada jumlah buah per tanaman, Joro AB mix dibandingkan dengan ketiga perlakuan menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Joro AB mix dibandingkan dengan ketiga perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot buah rata-rata per tanaman dan diameter buah rata-rata per tanaman. Perbedaan nyata terlihat pada panjang buah rata-rata per tanaman antara Joro AB mix dibandingkan dengan ketiga perlakuan dan Growmore dibandingkan dengan Gandapan dan Hyponex.
Pada perlakuan Gandapan, buah non ekonomis mencapai 11% dari jumlah buah total per perlakuan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya buah yang terserang blossom-end rot dan berukuran kecil dengan bobot kurang dari 1 g. Tanaman dengan pupuk Joro AB mix memiliki total buah per perlakuan lebih banyak pada akhir panen dibandingkan dengan ketiga perlakuan lainnya, dengan persentase buah ekonomis sebesar 94.99% dan buah non ekonomis sebesar 5.01%.
Pertumbuhan dan produksi tanaman cabai keriting dari awal pengamatan sampai akhir penelitian dipengaruhi oleh lingkungan, terutama serangan hama dan penyakit…..

