| dc.description.abstract | Kacang bogor merupakan legume sumber karbohidrat yang dapat
dikembangkan menjadi tanaman pangan baru. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi keragaan karakter dua lanras kacang bogor yang ditanam pada dua
lingkungan tumbuh berbeda. Kedua lanras tersebut didapatkan dari petani yang
ada di Sumedang dan Sukabumi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan
Leuwikopo Kampus IPB Darmaga dari bulan Juni hingga Oktober 2010. Setiap
tanaman dijadikan satu satuan amatan. Setiap lanras ditanam pada dua lingkungan
dengan dosis pemupukan berbeda, sehingga terbentuk empat populasi berbeda.
Karakter yang diamati meliputi lebar kanopi, panjang tangkai, jumlah cabang,
jumlal buku, panjang ruas, jumlah polong per tanaman, bobot polong basah per
tanaman dan bobot polong kering per tanaman. Hasil uji nilai tengah
menunjukkan bahwa lanras Sumedang di lingkungan marjinal memiliki potensi
untuk dikembangkan berdasarkan karakter lebar kanopi, jumlah cabang, jumlah
buku, bobot polong basah dan bobot polong kering. Pada lanras Sukabumi,
tanaman pada lingkungan marjinal memiliki potensi untuk dikembangkan
berdasarkan karakter jumlah polong dan tanaman pada lingkungan optimal
memiliki potensi untuk dikembangkan berdasarkan karakter panjang tangkai daun
dan panjang ruas. Hasil analisis korelasi antar karakter, menunjukkan bahwa
karakter vegetatif yang konsisten berkorelasi positif dengan hasil adalah lebar
kanop dan jumlah buku. | id |