Show simple item record

dc.contributor.advisorRiani, Etty
dc.contributor.advisorSoedharma, Dedi
dc.contributor.authorHolak, Ramadhan I A.
dc.date.accessioned2024-05-28T01:42:27Z
dc.date.available2024-05-28T01:42:27Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151820
dc.description.abstractEkosistem terumbu karang adalah ekosistem di dasar perairan pesisir laut tropis Vang unsur penyusun utamannya adalah biota laut penghasil kapur seperti karang batu dan alga berkapur dengan biota asosiasi yang hidup di sekelilingnya termasuk beberapa jenis ikan karang, alga dan plankton. Ekosistem ini terdapat pada lingkungan yang agak dangkal seperti paparan benua dan gugusan pulau yang terdapat antara lintang 30 LU dan 25° LS. Di perairan Indonesia ekosistem ini diperkirakan menempati lokasi pesisir lebih dari 60 ribu km. Ekosistem terumbu karang dewasa ini hampir mengalami kepunahan karena perkembangan kebutuhan manusia yang begitu pesat sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem terumbu karang sebagai contoh terumbu karang digunakan untuk kepentingan pembangunan gedung, fondasi jalan, industri spon dan juga untuk diekspor ke luar negeri. Hal ini merupakan ancaman besar bagi sumberdaya terumbu karang dan akan mempengaruhi mata rantai ekosistem lainnya seperti ekosistem mangrove dan padang lamun, juga akan berdampak pada populasi ikan, sehingga perlu dilakukan penelitian transplantasi karang. Transplantasi yang sudah dilakukan transplantasi di kolam pemeliharaan, dimana karang diambil dari habitat aslinya kemudian diadaptasikan selama dua minggu di kolam. selanjutnya karang dipotong berdasarkan jumlah polip yang diinginkan. Pengukuran yang dilakukan yaitu panjang, tinggi dan lebar. Fungsi dari pemgukuran ini untuk mengetahui seberapa besar laju pertumbuhan di kolam dan di alam aslinya. Sehingga dari hasil penelitian ini mampu memberikan informasi dan pengetahuan dasar bagi peneliti lain. Untuk transplantasi di laboratorium merupakan metode baru yang belum perna dilakukan. Untuk menunjang laju pertumbuhan karang ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain pemberian pakan harus sesuai dengan kemampuan karang untuk menangkap makanan, sistem sirkulasi air harus terus berputar, serta intensitas cahaya baik cahaya matahari maupun cahaya lampu. Intensitas cahaya berfungsi dalam proses fotosistesis sebagai bahan makanan bagi kelangsungan hidup karang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan dan keberhasilan hidup fragmentasi karang jenis Caulastrea furcata melalui fragmentasi buatan yang ditempatkan pada akuarium di laboratorium yang terkontrol dengan intensitas cahaya yang berbeda, dengan cara melihat pertambahan tinggi, panjang dan lebar. Penelitian ini berlangsung di Laborarorium Puslitbang perikanan tangkap Ancol. dilaksanakan dari bulan Agustus sampai November 2002. Alat dan bahan yang digunakan antara lain: Akuarium, blower, pompa, kaliper, lampu dll. Sampel karang diambil dari Kepulauan Seribu, Jakarta. Selanjutnya sampel karang diadaptasikan pada kolam pemeliharaan selama dua minggu sehingga kondisinya menjadi stabil yaitu warnanya coklat serta tidak mengeluarkan lendir. Selanjunya karang dipotong berdasarkan jumlah polip yaitu satu, dua dan tiga polip. Setelah dipotong karang diikat pada substrat dan akhirnya diangkat ke akuarium penelitian....id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAquatic Resources Managementid
dc.subject.ddcIntensityid
dc.titlePengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan karang jenis Caulastrea furcata skala laboratoriumid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record