Studi kadar air kesetimbangan dan pengaruhnya terhadap viabilitas benih
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air yang dicapai pada saat kesetimbangan terhadap viabilitas benih. Percobaan dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Departemen Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, Darmaga, Institut Pertanian Bogor pada bulan Februari 2003 sampai bulan Juli 2003.
Percobaan terdiri dari 3 percobaan yaitu pada benih jagung, kacang tanah dan kacang hijau. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yaitu tingkat kelembaban udara relatif sebanyak empat taraf yaitu 45-50%, 60-65%, 75-78% dan 91-93% dan periode pengamatan sebanyak 6 taraf yaitu 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, 8 minggu 10 minggu dan 12 minggu. Tiap perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 72 satuan percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air benih, daya berkecambah, berat kering kecambah normal, potensi tumbuh maksimum, daya hantar listrik, kecepatan tumbuh dan perkecambahan hitungan pertama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih jagung pada tingkat kelembaban udara relatif 91-93% memiliki kadar air kesetimbangan sebesar 20.33%. Pada tingkat kelembaban udara relatif 75-78%, kadar air kesetimbangan benih 11.85%, pada tingkat kelembaban udara relatif 60-65% kadar air kesetimbangan benih adalah 10.51%, dan pada tingkat kelembaban udara relatif 91-93% kadar air kesetimbangan benih 8.66%.
Pada benih kacang tanah, tingkat kelembaban udara relatif 91-93% benih memiliki kadar air kesetimbangan sebesar 16.81%. Pada tingkat kelembaban udara relatif 75-78%, kadar air kesetimbangan benih yang dicapai adalah 8.55%, pada tingkat kelembaban udara relatif 60-65%, kesetimbangan tercapai pada kadar air 6.37%, dan pada tingkat kelembaban udara relatif 45-50%, kadar air kesetimbangan benih 5.24%.
Pada benih kacang hijau, kadar air kesetimbangan benih pada tingkat kelembaban udara relatif 91-93% adalah 25.75%. Pada tingkat kelembaban udara relatif 75-78%, kadar air kesetimbangan benih adalah 12.18%, pada tingkat kelembaban udara relatif 60-65%, kadar air kesetimbangan benih adalah 10.99%, dan pada tingkat kelembaban udara relatif 45-50%, kadar air kesetimbangan benih adalah 9.75%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan benih jagung untuk mencapai kadar air kesetimbangan pada tingkat kelembaban udara relatif 91-93% adalah 79 hari, pada tingkat kelembaban udara relatif 75-78% adalah 61 hari, pada tingkat kelembaban udara relatif 60-65% adalah 63 hari dan pada tingkat kelembaban udara relatif 45-50% adalah 42 hari.
Pada benih kacang tanah, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar air kesetimbangan pada tingkat kelembaban udara relatif 91-93% adalah 83 hari, pada tingkat kelembaban udara relatif 75-78% adalah 69 hari, pada tingkat kelembaban udara relatif 60-65% adalah 75 hari dan pada tingkat kelembaban udara relatif 45-50% adalah 89 hari. ...
