Distribusi spatial kerang tahu (Meretrix meretrix Linnaeus, 1758) pada kondisi air surut di perairan Marunda, Teluk Jakarta
View/ Open
Date
2003Author
Fitrianti, Rini
Setyobudiandi, Isdradjad
Soekendarsih
Metadata
Show full item recordAbstract
Meretrix meretrix (Linnaeus, 1758) merupakan jenis Bivalvia yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi manusia. Kerang jenis ini dikenal dalam bahasa inggris dengan nama oriental hard clam, dan di Indonesia dikenal dengan nama kerang tahu. Di Indonesia M. meretrix ditemukan di perairan Marunda, perairan Gembong, Teluk Jakarta.
Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi kepadatan, panjang-berat dan pola penyebaran M. meretrix serta untuk mengetahui beberapa nilai parameter fisika- kimia perairan yang berpengaruh pada M. meretrix di perairan tersebut.
Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Maret 2003 satu kali pengambilan di perairan Marunda, Teluk Jakarta dengan transek kuadran ukuran 1 x 1 m pada tiap plot yang terletak pada tiap stasiun yang berjumlah 6 stasiun, sehingga total terdapat 18 plot. Sampel M. meretrix diawetkan menggunakan formalin 4%. Pengambilan oontoh dilakukan secara acak stratifikasi.
Analisa data meliputi analisa deskriptif, analisa pola penyebaran menggunakan Indeks Morisita (Id), dan analisa komponen utama (AKU) untuk melihat hubungan antara distribusi spatial, dan kepadatan biota dengan kondisi lingkungan.
Suhu sangat berpengaruh terhadap kehidupan kerang. Faktor yang
dipengaruhi antara lain metabolisme, pertumbuhan, respirasi dan distribusi.
M. meretrix dapat hidup pada kisaran suhu 26-31 °C. Kedalaman pada setiap stasiun
berkisar antara 1,07-1,56 m. Rata-rata salinitas berkisar antara 19,67-25/00. Nilai sebaran kecepatan arus rata-rata pada masing-masing stasiun yang berkisar antara 0,06-0,16 m/dtk.
Hasil pengukuran TSS berkisar antara 8-50 mg/l dengan rata-rata 31,11 mg/l, kekeruhan berkisar antara 7,10-34 NTU dengan kecerahan berkisar antara 32,5-40,5 cm. Nilai pH perairan rata-rata yaitu 6,86.
Nilai sebaran kandungan oksigen terlarut berkisar antara 3,35-8,43(mg/l).
Kandungan oksigen terlarut pada tiap stasiun cukup bervariasi. Nilai BOD rata-rata adalah 6,79 mg/l dan COD rata-rata pada masing-masing stasiun adalah 20,91 mg/l. Rata-rata BOD pada kelompok pemukiman 8,57 mg/l dan industri 5,02 mg/l. Sedangkan rata-rata COD pada kelompok pemukiman 25,84 mg/l dan industri
15,99 mg/l. Kandungan BOD-COD tersebut tidaklah terlalu besar, masih jauh di bawah kisaran yang diinginkan suatu kawasan laut untuk biota berdasarkan KMNLH
no. 2'1998, yaitu ≤ 25 mg/l untuk BOD dan ≤40 mg/l untuk COD. Kandungan BOD- COD tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap distribusi biota karena bahan...
