Show simple item record

dc.contributor.advisorSukartaatmadja, Karhi
dc.contributor.advisorSudradjat
dc.contributor.authorSetiabudhi, Herlani
dc.date.accessioned2024-05-28T00:53:55Z
dc.date.available2024-05-28T00:53:55Z
dc.date.issued1981
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151787
dc.description.abstractDi Indonesia sebelum tahun 1972, karet alam merupakan sumber devisa nomor dua setelah minyak bumi. Dihasil kan oleh lebih dari 23 negara termasuk Indonesia, yang tergabung dalam Association of Natural Rubber Producing Countries (A.N.R.P.C.). Negara-negara tersebut menghasil kan kira-kira 90 persen dari produksi karet dunia. 1) Selama 30 tahun terakhir ini, konsumsi karet alam dan karet sintetik dunia terus meningkat dengan kenaikan 6,8 persen tiap tahun. Kenaikan konsumsi ini akan berlangsung selama periode tahun 1980 sampai tahun 1990. Pada saat yang sama kenaikan konsumsi karet alam diduga kira-kira 280.000 metrik tiap tahun. Diperkirakan kenaikan konsumsi karet alam tidak akan mampu dipenuhi oleh negara-negara produsen karet alam termasuk Indonesia.1) - Sejak tahun 1960 sampai sekarang, Indonesia menjadi negara produsen karet alam kedua setelah Malaysia. Mengingat hal itu, prospek karet alam di masa mendatang cukup cerah. Dengan demikian usaha untuk mempertinggi produksi karet alam Indonesia dirasakan sangat perlu. ...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPeremajaan Tanaman Karet di Perkebunan Cibungur PT Perkebunan XI, Sukabumi Jawa Baratid
dc.titlePeremajaan Tanaman Karet di Perkebunan Cibungur PT Perkebunan XI, Sukabumi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record