Show simple item record

dc.contributor.advisorAdiratma, E. Rukasah
dc.contributor.authorBelawati, Tian
dc.date.accessioned2024-05-27T05:24:40Z
dc.date.available2024-05-27T05:24:40Z
dc.date.issued1984
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151702
dc.description.abstractPengadaan gula tani (GT) merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem petani sebagai penyedia bahan baku, subsistem PG sebagai pengolah bahan baku menjadi gula dan subsistem SUBDOLOG sebagai pembeli. Disamping ketiga sub- sistem tersebut terdapat KUD sebagai pelancar sistem dan BRI sebagai penyedia dana. Masih terdapatnya masalah-masalah di ketiga subsistem yang terlibat mengakibatkan sistem ini belum dapat berjalan dengan baik. Masalah-masalah tersebut adalah (1) sistem TRI sebagai indikator subsistem petani yang merupakan sumber bahan baku terbesar, belum dapat berjalan sesuai dengan tujuan semula, yaitu belum mampu meningkatkan produksi gula per hektar dan belum dapat menjadikan petani sebagai manajer di atas tanahnya sendiri (2) subsistem PG sebagai pengolah dan pelaksana bagi hasil produksi TR antara petani dan PG belum mampu melaksanakan SK No. 013/SK/Mentan/BPB/3/1976 mengenai penentuan rendemen dan SK No. 017/SK/Mentan/BPB/ 1978 mengenai bagi hasil dengan sepenuhnya dan (3) SUBDOLOG sebagai pembeli gula TR bagian petani (GT) baru mampu merealisasikan pengadaan sebesar 80.3 persen dari yang direncanakan, dan baru mencakup sekitar 96.5 persen dari produksi gula TR bagian petani yang ada.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcKajian pengadaan gula tani oleh bulog ( Studi kasus di SUBDOLOG wilayah III Cirebon )id
dc.titleKajian pengadaan gula tani oleh bulog ( Studi kasus di SUBDOLOG wilayah III Cirebon )id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record