| dc.description.abstract | Perairan Teluk Semangka mempunyai potensi sebagai tempat berbagai aktivitas manusia antara lain adanya aktivitas perikanan (perikanan tangkap dan bagan apung) dan transportasi (lalu lintas penyeberangan dan kapal-kapal tanker) dengan intensitas yang relatif tidak begitu tinggi. Walaupun begitu aktivitas-aktivitas tersebut cukup dapat mempengaruhi kondisi fisika-kimia perairan teluk Semangka beserta organisme akuatik di dalamnya termasuk fitoplankton. Penelitian ini mencoba untuk melihat struktur komunitas fitoplankton dan keterkaitannya dengan parameter fisika dan kimia perairan pada perairan tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2001 sampai dengan Juli 2001 yang berlokasi di Teluk Semangka, Kabupaten Tanggamus, Propinsi Lampung, dilakukan pada 14 stasiun dengan pengambilan contoh sebanyak 3 kali dalam selang waktu 2 bulan sekali. Analisis parameter kualitas air dilakukan di laboratorium (untuk parameter pH, salinitas dan kekeruhan) dan in situ (untuk parameter DO dan suhu). Nilai-nilai parameter Nitrat, Nitrit, Ammonia, Fosfat dan Silikat yang didapatkan merupakan data sekunder yang berasal dari hasil penelitian Damar (2001). Sampel fitoplankton ditangani dengan metode sedimentasi yang merupakan hasil modifikasi dari standar pengendapan dengan wadah sedimentasi Utermöhl. Analisis data yang dilakukan meliputi kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kesamaan antar stasiun pengamatan menggunakan indeks Canberra dan Bray-Curtis serta Analisis Komponen Utama untuk melihat keterkaitan antara fitoplankton dengan paramter
fisika-kimia perairan. Jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan di perairan Teluk Semangka pada pengamatan ke-1 (Maret 2001) terdiri dari 3 kelas dan 32 genera, yaitu kelas Bacillariophyceae (25 genera), kelas Cyanophyceae (1 genus) dan kelas Dinophyceae (6 genera). Sedangkan jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan pada pengamatan ke-2 (Mei 2001) terdiri dari 3 kelas dan 29 genera, yaitu kelas Bacillariophyceae (23 genera), kelas Cyanophyceae (1 genus) dan kelas Dinophyceae (5 genera). Selanjutnya jenis-jenis fitoplankton yang ditemukan di perairan Teluk Semangka pada pengamatan ke-3 (Juli 2001) terdiri dari 2 kelas dan 29 genera, yaitu kelas Bacillariophyceae (24 genera) dan kelas
Dinophyceae (5 genera). Komposisi berdasarkan jenis dan kelimpahan fitoplankton di perairan Teluk Semangka didominasi oleh kelas Bacillariophyceae dengan genus Chaetoceros sp. ditemukan dalam kelimpahan tertinggi. Selain Chaetoceros sp. jenis-jenis fitoplankton dari kelas Bacillariophyceae yang dominan ditemukan di perairan Teluk Semangka adalah Rhizosolenia sp., Leptocylindrus sp., Navicula sp., Nitzschia sp. dan Coscinodiscus sp..
Dari hasil analisis Keanekaragaman dan Keseragaman diketahui bahwa nilai Indeks Keanekaragaman dan Keseragaman di perairan Teluk Semangka pada pengamatan ke-1 (Maret 2001) memiliki kisaran yang lebih lebar (0,13-3,14 dan 0,03-0,85) dibandingkan dengan nilai Indeks Keanekaragaman dan Keseragaman pada kedua pengamatan lainnya (pengamatan ke-2 (1,30-3,27 dan 0,34-0,82) dan ke-3 (1,32-2,83 dan 0,35-0,79). Nilai Indeks Dominansi di perairan Teluk Semangka pada pengamatan ke-1, 2 dan 3 pada stasiun pengamatan tertentu relatif tinggi. Hal ini menunjukkan pada stasiun pengamatan tertentu relatif ada jenis fitoplankton yang mendominansi di perairan Teluk Semangka.... | id |