Show simple item record

dc.contributor.authorSeptiari, Andi Marly Asari
dc.date.accessioned2010-05-07T07:21:03Z
dc.date.available2010-05-07T07:21:03Z
dc.date.issued2003
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/15098
dc.description.abstractTeknik in vitro sebagai salah satu metode perbanyakan vegetatif yang telah diketahui kemampuannya untuk menyediakan bibit dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat dan behas patogen dapat diterapkan sebagai altematifuntuk mengatasi ketersediaan bibit bawang merah yang berkualitas. Penelitian ini dilakukan untuk rnengetahui pengaruh 2iP dan NAA terhadap multiplikasi tunas bawang merah varietas Surnenep dalam kultur in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Penelitian berlangsung dan bulan Oktober 2002 sampai dengan bulan Mei 2003. Penelitian menggunakan rancangan perlakuan faktorial yang disusun dalam rancangan lingkungan acak lengkap dua faktor, yaitu faktor pertama adalah konsentrasi 2iP 0, 1, 2, 4 dan 6 mg/l dan faktor kedua adalah konsentrasi NAA 0, 0.1 dan 0.5 mg/l. Terdapat 15 kornbinasi perlakuan dengan 10 ulangan untuk setiap perIakuan, sehingga secara keseluruhan terdapat ISO botol kultur dengan satu eksplan berupa setengah basal plate berukuran 0.5 mm - 1.0 mm sebagai satuan percobaan. Uji statistik yang digunakan yaitu analisis ragam dengan uji lanjut Uji Wilayah Berganda Duncan (DMRT) pada tarafkesalahan 5%. Bahan tanaman yang digunakan adalah basal plate umbi Allium ascalonicum varietas Sumenep yang berasal dari lapang sehingga perlu disterilkan terlebih dahulu. Sterilisasi bahan tanaman dilakukan dalam dua tahap, yaitu sterilisasi diluar laminar dan didalam laminar. Basal plate yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam media prekondisi selama satu minggu. Pada tahap sterilisasi dalam media prekondisi diperoleh 100% eksplan steri!. Basal plate yang steril kemudian dibagi dua sarna besar dan dipindahkan ke media perlakuan dalam botal - botol kultur. Setiap botol kultur berisi satu eksplan. Botol - botol kultur yang berisi eksplan kemudian diletakkan pada rak kultur dengan penyinaran lampu TL putih selama 24 jam dalam ruang bersuhu 18 - 25°C selama 10 minggu.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titlePengaruh 2ip Dan Naa Terhadap Multiplikasi Tunas Ba Wang Merah Varietas Sumenep Dalam Kulturin Vitroid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record