Show simple item record

dc.contributor.advisorWirawan, Baran
dc.contributor.advisorPurwito, Agus
dc.contributor.authorFathulloh, Arief
dc.date.accessioned2024-05-21T01:59:31Z
dc.date.available2024-05-21T01:59:31Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150751
dc.description.abstractTujuan percobaan adalah untuk mengetahui kemampuan tanaman induk dari tiga generasi stek dalam menghasilkan stek mini serta pengaruhnya terhadap produksi umbi mini yang dihasilkan dari setiap stek mini yang dihasilkan dari generasi tanaman induk tersebut. Percobaan dilaksanakan di kebun pembibitan PT. Inagro sejak Januari 1999 sampai dengan Mei 1999. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan terpisah mengguna- kan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Percobaan pertama dalah produksi stek mini dari tiga generasi tanaman induk dengan dua faktor perlakuan. Perlakuan pertama adalah kultivar dengan dua taraf perlakuan yaitu Granola (VI) dan Atlantik (V2). Perlakuan kedua adalah generasi tanaman induk yang terdiri dari tanaman induk generasi ke-0 (SGO) tanaman induk generasi pertama dari SGO (SG1) dan tanaman induk generasi pertama dari SG1 (SG2). Percobaan kedua adalah produksi umbi mini dari stek mini yang dihasilkan dari percobaan pertama. Percobaan ini menggunakan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Kultivar yang terdiri dari dua taraf yakni kultivar Granola dan kultivar Atlantik. Sedangkan faktor kedua adalah generasi stek yang terdiri dari 10 taraf yaitu plantlet tanpa distek (SGO-0). Stek mini hasil panen ke-1 dari induk generasi 0 (SGO-1), stek mini hasil panen ke-2 dari induk generasi 0 (SGO-2), stek mini hasil panen ke-3 dari induk generasi 0 (SGO-3), stek mini hasil panen ke-1 dari induk generasi 1 (SG-1), stek mini hasil panen ke-2 dari induk generasi 1 (SG1-2), stek mini hasil panen ke-3 dari induk genrasi 1 (SG1-3), stek mini hasil panen ke-1 dari induk generasi 2 (SG2-1), stek mini hasil panen ke-2 dari induk generasi 2 (SG2-2), stek mini hasil panen ke-3 dari induk generasi 2 (SG2-3). Pengamatan dilakukan terhadap peubah rata-rata produksi stek per tanaman setiap panen, total panen stek per tanaman, total prodouksi stek setiap perlakuan, produksi stek setiap panen, produksi tunas lateral ke-2 sampai ke-7, jumlah tanaman induk yang berproduksi, jumlah stolon per tanaman, jumlah stolon setiap perlakuan, jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi setiap perlakuan, berat basah umbi per tanaman, berat basah umbi setiap perlakuan, berat kering umbi, jumlah umbi bobot < 1 g, jumlah umbi bobot 1-10 g, berat basah umbi bobot 1 g dan berat basah umbi bobot 1-10 g. Penggunaan metode generasi stek dapat meningkatkan produksi stek mini per tanaman dan total stek yang dihasilkan setiap perlakuan. Setiap satu stek mikro berpotensi untuk menghasilkan 62.4 stek mini. Setiap tanaman induk memiliki kemampuan untuk menghasilkan stek mini lebih dari 11 kali penyetekan. Kultivar Atlantik menghasilkan stek mini per tanaman lebih banyak daripada kultivar Granola. Stek mini yang dihasilkan dari tiga generasi tanaman induk memiliki kemampuan menghasilkan umbi mini dengan kualitas dan kuantitas yang sama untuk setiap perlakuan. Kultivar Granola memiliki kemampuan menghasilkan umbi mini yang lebih banyak daripada kultivar Atlantik, akan tetapi ukurannya lebih kecil daripada kultivar Atlantik….id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgronomyid
dc.subject.ddcPotatoid
dc.titlePengaruh generasi stek pucuk terhadap produksi stek mini dan umbi mini dua kultivar kentang (Solanum tuberosum L.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record