| dc.description.abstract | Manusia merupakan aset organisasi penting yang dimiliki oleh perusahaan karena mempengaruhi efisiensi dan efektivitas organisasi. Pengembangan profesionalisme tenaga kerja adalah syarat utama pengembangan dunia usaha yang kompetitif sehingga menghasilkan produk dan jasa berkualitas tinggi.
GBHN 1993 menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Peningkatan kualitas sumber daya manusia ini dapat dilakukan melalui jalur pendidikan dan pelatihan antara lain seminar dan lokakarya serta jalur non pendidikan dan pelatihan.
Pelaksanaan pelatihan membutuhkan dana yang besar, karena itu pelatihan harus dirancang secara cermat sesuai dengan kebutuhan karyawan sehingga pelatihan memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kemampuan dan kinerja karyawan yang mengikutinya.
Evaluasi pelatihan perlu dilakukan untuk mengetahui kontribusi pelatihan dalam mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, melihat relevan tidaknya pelatihan dengan kondisi perusahaan dan menyempurnakan program pelatihan dimasa yang akan datang.
Evaluasi pelatihan mencakup evaluasi reaksi, evaluasi pembelajaran, evaluasi perilaku serta evaluasi hasil dan keempat evaluasi tersebut terkait satu sama lain. Hasil pelatihan yang baik didukung oleh perubahan perilaku. Perubahan perilaku didukung oleh pembelajaran, motivasi peserta menerapkan hasil dan dukungan atasan serta rekan kerja staf dalam menerapkan hasil pelatihan tersebut. Pembelajaran yang baik didukung oleh Hak cipta millk IPB University
reaksi positif peserta terhadap pelatihan sementara positif tidaknya reaksi dipengaruhi oleh respon peserta terhadap materi pelatihan, instruktur fasilitas pelatihan dan metode pelatihan yang digunakan. Dalam hal ini penulis memasukkan satu variabel lagi yaitu motivasi peserta mengikuti pelatihan.
Sehubungan dengan hal itu tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui reaksi peserta terhadap pelatihan hubungan komunikasi atasan-bawahan pada tanggal 10-12 Mei 1999 di PT. Indosat Tbk 2) Melihat indikasi peningkatan kemampuan staf setelah mengikuti pelatihan.
Penelitian dilakukan di PT Indosat Tbk Jakarta Pusat mulai bulan Juli sampai September 1999. Data yang diolah dan dianalisis merupakan data primer, diperoleh melalui wawancara langsung dengan staf yang mengikuti pelatihan hubungan komunikasi atasan-bawahan pada tanggal 10-12 Mei 1999, staf bagian pendidikan dan pelatihan dan atasan staf yang mengikuti pelatihan yang bersangkutan. Data sekunder berasal dari literatur dan dokumen perusahaan. Pemilihan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) yaitu responden yang mengikuti pelatihan hubungan atasan-bawahan pada tanggal 10-12 Mei 1999…dst | id |