Show simple item record

dc.contributor.advisorBrotosunaryo, Otto
dc.contributor.authorAmeiriana, Tri
dc.date.accessioned2024-05-20T06:00:46Z
dc.date.available2024-05-20T06:00:46Z
dc.date.issued1993
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/150604
dc.description.abstractEmpat alkoloid terpenting yang terkandung dalam kulit kina adalah kinin, kinidin, cinchonin, dan cinchonidin. Dari keempat alkoloid tersebut yang mempunyai nilai komersil dewasa ini adalah kinin dan kinidin. Kininlah yang dikenal sebagai obat malaria dan anti pyretik (demam) serta campuran pembuatan beberapa obat dan minuman tonik, sedangkan kinidin berkhasiat sebagai anti arrhytmic cardiac depressant (penekan penyakit denyut jantung tidak teratur). Ada delapan pabrik kinidin di dunia saat ini, dan empat pabrik diantaranya berskala besar, yaitu dua di Jerman, satu di Belanda, dan satu lagi di Indonesia. Masuknya Indonesia dalam usaha pengolahan kinidin ini didorong oleh keinginan meningkatkan pangsa pasar Indonesia dalam perdagangan kina dunia dan meningkatkan nilai tambah yang dapat diraih, mengingat potensi perkebunan kina di Indonesia seluas 3500 hektar (diluar kina rakyat) diharapkan dapat menjamin kontinuitas dan kuantitas kulit kina sebagai bahan baku pembuatan derivat kinidin. Sementara, harga dan kebutuhan kinidin dunia saat ini cenderung meningkat, terutama di negara-negara maju seperti Amerika Eropa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcFood tradeid
dc.titleTelaah aspek produksi dan analisis model pembelian bahan produksi kinidinid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record