Pengaruh perlakuan CaCI2 prapanen terhadap kualitas dan daya simpan tiga varietas buah tomat
Abstract
Nilai buah tomat seperti komoditi hortikultura lainnya, ditentukan oleh kualitasnya. Kendala utama yang dihadapi produk hortikultura saat ini adalah kerusakan pasca panen yang cukup tinggi akibat kehilangan kualitas maupun kuantitas. Salah satu penyebab menurunnya kualitas buah adalah kerusakan fisiologis akibat ketidakseimbangan nutrisi saat prapanen. Untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang umur simpan suatu produk hortikultura diperlukan penerapan teknologi pra dan pasca panen. Salah satu usaha untuk memperbaiki kualitas tersebut adalah dengan perlakuan CaCl₂ prapanen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi CaCl2 prapanen terhadap kualitas dan daya simpan tiga varietas buah tomat.
Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Tajur dan Laboratorium Pasca Panen Jurusan Budidaya Pertanian pada bulan Februari sampai Juni 2001. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama terdiri dari tiga varietas tomat yaitu Intan, Permata dan Ratna. Faktor kedua yaitu perlakuan CaCl2 yang terdiri dari kontrol (tanpa CaCl2) dan CaCl2 0.1 M. Tiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali.
Aplikasi CaCl₂ dilakukan pada 18+2 hari setelah anthesis dengan cara disemprotkan langsung ke buah sampai seluruh permukaan buah basah. Buah dipanen pada tahap kematangan breaker. Buah disusun dalam rak kemudian disimpan pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan tiga hari sekali terhadap komponen kualitas yang meliputi: kelunakan buah, susut bobot, warna kulit buah, kandungan padatan terlarut total dan asam tertitrasi serta laju respirasi.
Hasil percobaan menunjukkan perlakuan CaCl2 prapanen tidak dapat menghambat laju pemasakan buah dan senesen serta mempertahankan kualitas buah. Ketidakefektifan aplikasi CaCl2 prapanen diduga karena kurangnya frekuensi penyemprotan CaCl2 dan kondisi lapang yang kurang mendukung seperti curah hujan yang cukup tinggi. Perlakuan CaCl2 0.1 M mampu menghambat perkembangan warna kulit buah tomat varietas Permata pada umur 12 HSP (Hari setelah panen) dan varietas Ratna pada umur 21 HSP. Laju respirasi pada tomat varietas Intan dapat dihambat oleh CaCl2 0.1 M pada umur 21 HSP, varietas Permata pada umur 12 HSP sedangkan untuk varietas Ratna pada umur 21 HSP. Dari ketiga varietas yang dicobakan masing-masing menunjukkan proses pemasakan berbeda yang ditunjukkan oleh perubahan komponen kualitas. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik dari ketiga varietas tersebut. Varietas Permata mempunyai kualitas yang paling baik dan umur simpan yang lebih lama dibandingkan varietas Intan dan Ratna. Tomat varietas Intan dan Ratna mempunyai umur simpan yang relatif sama yaitu 24 hari sedangkan varietas Permata mempunyai umur simpan 27 hari….

