| dc.description.abstract | Beras merupakan bahan pangan utama sebagian besar penduduk Indonesia. Sebagai komoditas strategis, ketersediaan beras akan berpengaruh terhadap perubahan harga beras. Fluktuasi harga beras akan berdampak terhadap laju inflasi sehingga berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi dan keamanan. Oleh karena itu pemerintah melakukan intervensi untuk mengendalikan harga beras dengan membentuk Badan Urusan Logistik (Bulog).
Realisasi pengadaan beras nasional tidak selalu mencapai jumlah yang ditargetkan. Rata-rata 12,25% dari pengadaan nasional berasal dari Jawa Barat. Jumlah tersebut masih kurang dari target yang ditetapkan. Hal ini tidak terlepas dari peranan Subdolog sebagai pelaksana pengadaan di lapang. Salah satu Subdolog yang berada di Jawa Barat yang menjadi pusat konsumsi adalah Subdolog Wilayah VII,
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengkaji pola pengadaan beras yang dilakukan Subdolog Wilayah VII serta permasalahan yang dihadapinya, mempelajari dan mengkaji pola pengadaan beras melalui KUD dan peranannya dalam pengadaan beras di Subdolog Wilayah VII, serta untuk menentukan apakah alokasi beras dari KUD ke gudang sudah optimal.
Subdolog Wilayah VII Ciamis, Jawa Barat membawahi tiga kabupaten yang menjadi daerah kerjanya, yaitu Kabupaten Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Jenis pangan yang ditangani Subdolog adalah beras dan kedelai. Untuk kedelai, Subdolog hanya berperan dalam mengatur tataniaga dari luar wilayah kerja untuk disalurkan ke pasaran lokal. Sedangkan untuk beras, selain mengatur penyaluran juga melakukan pembelian lokal dari daerah-daerah di wilayah kerja Subdolog.
Jumlah beras yang diperoleh dari hasil pengadaan lokal, yaitu dari KUD, Non KUD dan Satgas rata-rata selama tahun 1991-1995 sebesar 11,9% dari jumlah beras yang harus dikuasai Subdolog untuk penyaluran dan stok. Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Subdolog menerima beras dari move in regional dan nasional.
Pengadaan beras dilakukan Subdolog untuk menjaga kestabilan harga beras di pasaran agar tidak jatuh di bawah harga dasar. Subdolog melakukan pembelian lokal pada bulan Maret sampai Agustus, yaitu pada saat harga beras tingkat produsen mulai turun mendekati/di bawah harga dasar. Upaya yang dilakukan Subdolog dengan melakukan pembelian beras di pasaran telah dapat menstabilkan harga beras….dst | id |