| dc.description.abstract | Saat ini perubahan pada ekosistem pesisir semakin
berkembang luas, baik berupa konversi lahan atau pencemaran. Studi mengenai bentos, sebagai salah satu indikator
kondisi perairan, telah cukup banyak dilakukan tapi umumnya pada lokasi atau kepentingan tertentu. Studi perbandingan ini mencoba memadukan komunitas makrozoobentos di
beberapa lokasi perairan pesisir Jawa sebagai usaha pengelolaan yang lebih luas dan terpadu. Selanjutnya diharapkan akan tampak kecenderungan atau signifikasi ekologis
dari area perairan ini.
Studi didasarkan pada data sekunder bersifat primer dari penelitian Kastoro dan kawan-kawan (peneliti dari LP30 LIPI) tahun 1989 dan 1991. Enam lokasi perairan pesisir Jawa yang menjadi lokasi studi yaitu laguna Grajagan, estuari Porong, estuari Wonokromo, estuari Bengawan Solo keempatnya di Jawa Timur; dekat pantai dan lepas pantai Kepulauan Seribu keduanya di DKI Jakarta.
Analisa komponen utama digunakan dalam menggambarkan parameter fisik yang lebih berpengaruh pada perairan. Komposisi dan dominasi komunitas dilihat dari jumlah jenis dan kepadatan. Sedangkan penggambaran korespondensi makrozoobentos dengan perairan menggunakan Analisa korespondensi. Selanjutnya kondisi dan karakteristik komunitas digambarkan dengan model grafik suksesi, indeks keragaman, dan keseragaman. ... | id |