Analisis kinerja keuangan PT Bank Umum Nasional Tbk dengan menggunakan metode economic value added (EVA) dan rasio keuangan
Abstract
Keberadaan perbankan sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan perekonomian suatu negara. Bank berfungsi sebagai tempat menyimpan dana yang aman bagi masyarakat dan untuk memenuhui kebutuhan investasi malalui kredit yang disalurkan bagi dunia usaha. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan merupakan kunci utama untuk menjalankan fungsinya tersebut.
Pada kenyataannya, banyak ditemukan bank-bank yang mengalami kegagalan dalam menjalankan bisnisnya. Kegagalan ini sebagian besar disebabkan oleh. pelanggaran bank-bank tersebut terhadap regulasi di bidang perbankan yang ditetapkan oleh pemerintah seperti penetapan capital adequacy ratio (CAR) 8%. batas maksimum pemberian kredit (BMPK) 20% dari ekuitas, likuiditas bank minimal 5% dan lain-lain untuk meningkatkan kesehatan bank. Selain itu, kegagalan sebuah bank juga disebabkan oleh kegagalan ekonomi dan kegagaln keuangan yang dialami bank. Untuk itu, diperlukan suatu evaluasi yang dapat menilai kinerja keuangan bank serta dapat memprediksi kegagalan bank. Evaluasi kinerja keuangan yang lazim digunakan adalah dengan rasio-rasio keuangan yang tidak dapat mewakili kepentingan deposan, kreditur dan pemilik bank. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi kinerja keuangan bank sebelum dilikuidasi, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bank.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa laporan neraca dan laporan laba rugi bank yang diperoleh dari beberapa instansi dan diolah dengan tiga alat analisis, yaitu analisis Economic Value Added (EVA, analisis persentase komponen, dan analisis sembilan rasio keuangan.
Berdasarkan analisis EVA dengan empat pendekatan yaitu pendekatan actual cost, pendekatan target, pendekatan campuran dan pendekatan beta, pada umumnya selama periode analisis (1991-1997) dihasilkan EVA negatif sehingga kinerja keuangan Bank tergolong tidak ekonomis. Nilai EVA pendekatan actual cost adalah: -Rp 14.715 juta, -Rp 7.322 juta, -Rp 3.060 juta, Rp 19.593 juta, Rp 3.602 juta, -Rp 7.873 juta dan Rp 10.793 juta dari tahun 1991-1997. Pada analisis EVA pendekatan target menghasilkan EVA berturut-turut dari tahun 1991-1997 yaitu: Rp 38.081 juta, Rp 31.229 juta, Rp 59.637 juta, Rp 77.175 juta, Rp 90.355 juta, Rp 287.796 juta dan-Rp 327.973 juta. Hasil EVA pendekatan campuran adalah: -Rp 10.382 juta. -Rp 4.217 juta, Rp 1.263 juta, Rp 14.173 juta, Rp 1.940 juta, Rp 32.483 juta dan -Rp 10.029 juta dari tahun 1991-1997. Dan EVA pendekatan beta memiliki nilai -Rp 14.432 juta, -Rp 8.751 juta, -Rp 3.290 juta, Rp 8.850 juta, -Rp 5.764 juta, -Rp 39.922, dan-Rp 16.551 juta.
Analisis EVA pendekatan target mengalami trend yang sangat berbeda dibanding EVA pendekatan yang lain. Hal ini disebabkan oleh besarnya biaya modal EVA pendekatan target dipengaruhi oleh fluktuasi suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Pada tahun 1991-1993 dan 1995, tingkat pengembalian atas modal bank lebih besar dari suku bunga SBI, sedangkan pada tahun 1994 dan 1996-1997 sebaliknya, tingkat pengenbalian lebih kecil dari SBI…dst

