| dc.description.abstract | Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 1994 di Sungai Cimahi, Bandung Barat. Penelitian bertujuan untuk melihat perubahan kualitas air diberbagai ruas Sungai Cimahi dengan menggunakan analisa struktur komunitas makrozoobenthos sebagai indikator pencemaran.
Pengambilan contoh makrozoobenthos dilakukan sebanyak tujuh kali pengamatan dengan selang waktu tujuh hari. Stasiun pengambilan contoh, stasiun 1 (St. I) sampai dengan stasiun VI (St. VI) dipilih ruas-ruas sungai yang diduga mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap perubahan struktur komunitas makrozoobenthos. St. I terletak di hulu yang relatif belum terdapat aktivitas manusia; St. II terletak di daerah pertanian; St. III terletak di daerah pemukiman; St. IV, V, dan VI merupakan tempat buangan dari industri tekstil. Parameter fisik-kimia air yang diukur meliputi kecepatan arus, debit air, suhu, kekeruhan, TSS, pH, oksigen terlarut, BOD, COD, DHL, nitrat, nitrit, amonia, dan orto fosfat.
Hasil pengukuran parameter fisik kimia air meliputi kecepatan arus berkisar antara 0.8-1.3 m/det; debit 0.9-4.0 m³/det; suhu 1928 °C; kekeruhan 5.9 - 425 NTU; TSS 4.0 1328 mg/l; pH 6.0-9.1; oksigen terlarut 1.58.2 mg/l; BOD 0.5 - 110.6 mg/l; COD 4.11758 mg/l; DHL 49-1600 μ mhos; nitrat 0.081-6.193 mg/l; nitrit 0.0011.089 mg/l; amonia 0-4.253 mg/l; dan orto fosfat 0.015 -0.333 mg/l. Secara umum dari hulu menuju hilir sungai terjadi peningkatan nilai kekeruhan, TSS, pH, BOD, COD, DHL, nitrit dan amonia; peningkatan parameter-parameter tersebut disertai dengan penurunan kandungan oksigen terlarutnya. Peningkatan parameter kualitas air yang tajam terjadi terutama setelah melewati industri tekstil yang terdapat di St. IV, V dan VI. | id |