Show simple item record

dc.contributor.advisorSoetarto, Endriatmo
dc.contributor.authorLubis, Maria Margareta
dc.date.accessioned2024-05-14T01:14:12Z
dc.date.available2024-05-14T01:14:12Z
dc.date.issued1999
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/149460
dc.description.abstractTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik rumahtangga petani miskin di Desa Wargaluyu, mengetahui keadaan ekonomi rumahtangga petani miskin pada saat krisis terjadi dan upaya-upaya yang dilakukan dalam mempertahankan ekonomi rumahtangga tersebut serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan rumahtangga petani miskin pada saat krisis ekonomi. ity Penelitian ini dilakukan di Desa Wargaluyu, Kecamatan Tanjung Kerta, Kabupaten Sumedang, Propinsi Jawa-Barat. Pemilihan lokasi oleh peneliti didasarkan atas kesesuaian desa ini dengan topik penelitian yakni tentang kemiskinan. Adapun kondisi desa yang dianggap sesuai untuk dilakukannya penelitian adalah: di desa ini sebagian besar penduduknya adalah rumahtangga petani kecil (penguasaan lahan kurang dari 100 bata/0,14 Ha) dan buruh tani dengan lahan yang berbukit, kondisi desa yang terpencil, serta minimnya sarana dan prasarana umum, seperti, ketiadaan sarana air bersih pada rumah-rumah penduduk, penerangan pada jalan-jalan desa dan transportasi yang tidak lancar. Data yang dikumpulkan adalah data dalam bentuk primer yang diperoleh dengan tehnik kualitatif yakni hasil pengamatan berpartisipasi dan wawancara mendalam terhadap ó rumahtangga responden serta tehnik kuantitatif yakni dengan pembagian quisioner terhadap 30 rumahtangga responden. Sementara itu data sekunder diperoleh melalui arsip dan literatur dari instansi yang ada di desa setempat yang dipandang mendukung pencapaian tujuan penelitian. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh rumahtangga petani miskin di desa Wargaluyu dengan unit analisanya adalah rumahtangga. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui umumnya rumahtangga petani miskin di desa ini menempati rumah dengan kualitas yang buruk, dengan luas yang sempit, berbentuk panggung, berlantai papan, berdinding gedek, beratapkan genting, serta tidak memiliki sarana air bersih. Selain itu umumnya rumahtangga petani miskin di desa ini memiliki lahan yang sempit kurang dari 100 bata (0,14 Ha) yang biasanya dijadikan lahan sawah, memiliki lahan tegalan yang biasanya didapatkan dari menyewa lahan desa, memiliki hewan peliharaan berkisar 0-3 ekor serta kepemilikan harta yang minim sekali. Pada saat krisis terjadi maka rumahtangga petani miskin ini mengalami penurunan kualitas hidup karena dilakukannya upaya-upaya penyesuaian oleh rumahtangga ini dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup rumahtangga tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan secara umum adalah pemanfaatan lahan dan hasilnya, pengurangan frekuensi konsumsi keluarga (pangan, pakaian), melakukan penundaan pemenuhan kebutuhan, mencari sumber yang dapat dijadikan tempat untuk meminjam (pinjam- meminjam meningkat). Pada saat krisis terjadi semua type rumahtangga petani…dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAgricultural Economicsid
dc.subject.ddcEconomic crisisid
dc.titleStrategi hidup rumah tangga petani miskin pada saat krisis ekonomi : Rumah tangga petani miskin di desa Tanjung-Kerta,Kabupaten Sumedang,Propinsi Jawa Baratid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record