| dc.description.abstract | Pembudidayaan secara vegetatif sampai saat ini masih dirasakan kurang memadai dalam menghasilkan jumlah bibit. Bambu betung, andong dan temen mempunyai potensi yang lebih tinggi untuk dikembangkan dengan menggunakan setek batang pada umur sekitar satu tahun.
Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang Institut Pertanian Bogor, mulai bulan Oktober 1994 sampai Februari 1995. Tujuan percobaan ini untuk mengeta- hui pengaruh cara penanaman terhadap keberhasilan setek batang bambu betung, andong dan temen.
Percobaan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan dua faktor yaitu: a) cara penanaman yang terdiri atas tegak (R₁) dan rebah (R2); b) je- nis setek terdiri atas bambu betung (V₁), bambu andong (V2) dan bambu temen (V3). Terdapat 6 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan dilakukan 4 ulangan sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Setiap satu satuan percobaan terdiri atas 25 setek.
Setek batang bambu betung dan andong lebih baik di- tanam secara rebah sedangkan setek batang bambu temen le- bih baik ditanam secara tegak.
Pada cara penanaman tegak, setek terbaik bertunas dan berakar yaitu setek batang bambu betung (27.0%) kemudian diikuti oleh bambu andong dan temen dengan nilai yang sama (19.0%).
Pada cara penanaman rebah, setek terbaik yaitu setek batang bambu betung (31.0%) kemudian diikuti oleh bambu andong (24.0%) dan bambu temen (12.5%)…. | id |